News
Beranda » News » Lepas Kades Buat Belajar ke Cina, Mendes Yandri Susato Dihujat Netizen

Lepas Kades Buat Belajar ke Cina, Mendes Yandri Susato Dihujat Netizen

GELUMPAI.ID – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, baru-baru ini melepas 25 Kepala Desa (Kades) dari berbagai provinsi di Indonesia untuk belajar ke Cina dengan mengikuti kegiatan Seminar on Capacity Building for Indonesian Village Head yang dilaksanakan pada 26 Juni-8 Juli 2025.

Kegiatan pelepasan ini pun diunggah di media sosial melalui akun instagram resmi @kemendespdt, dan menuai hujatan dari netizen.

Tak sedikit dari netizen yang berkomentar dan menyayangkan keputusan Mendes mengirim para Kades ke Cina dengan alasan peningkatan kapasitas.

Banyak juga netizen yang menyinggung soal efisiensi hingga memberikan sejumlah nama desa yang lebih layak dijadikan percontohan di Indonesia dengan sejumlah prestasinya hingga curhatan soal gaji aparatur desa yang sampai 4 bulan belum juga cair.

Seperti disampaikan oleh akun @kangasep84, menyebut lebih baik belajar ke Desa Purwasaba Banjarnegara daripada ke Cina.

“Daripada ke Cina mending belajar ke desa Purwasaba Banjarnegara udah terbukti bagus pembangunan desa dan pengelolaan dana desa nya,” katanya.

Akun @rochayat_09, turut menyampaikan komentarnya yang menyinggung soal efisiensi.

“Oh ini artinya efisiensi itu, paling sama saja setelah pulang buat program proyek lagi hamburin duit lagi trus jalan bentar programnya habis itu mandeg/mangkrak, yang susah itu mempertahankan program untuk terus jalan 🗿 #DesaKonohaGakure” tulisnya.

Sementara, akun @adhadedede menyampaikan aspirasinya perihal gaji aparatur desa.

“Pak tolonglah ini kami aparatur desa gajinya dikeluarin tiap bulan, masa iya harus nunggu 3-4 bulan baru gajian,” pintanya.

Masih banyak komentar lainnya yang menyindir pemerintah soal kegiatan peningkatan kapasitas di Cina ini.

Ada yang beranggapan bahwa belajar soal potensi desa bisa dipelajari lewat youtube, bahkan ada juga yang membandingkan bahwa kades di Indonesia dengan di negeri Cina.

“Cina kepala desa nya anak muda generasi terkini bukan kayak Indonesia kepala desa nya orang tua yang udah mau mati makanya cina maju cepat,” tulis akun @agustinuslase27.

Laman: 1 2