Bola & Sports
Beranda » Bola & Sports » Liverpool Dekati Wirtz, Manchester United Dihantui Penyesalan Transfer Masa Lalu

Liverpool Dekati Wirtz, Manchester United Dihantui Penyesalan Transfer Masa Lalu

Kegagalan Manchester United mendatangkan target utama mereka, Florian Wirtz, tiga setengah tahun lalu kini kemungkinan akan menghantui mereka. (cr/x.com)

GELUMPAI.ID – Kegagalan Manchester United mendatangkan target utama mereka, Florian Wirtz, tiga setengah tahun lalu kini kemungkinan akan menghantui mereka. Pasalnya, Liverpool dikabarkan semakin dekat untuk mengamankan tanda tangan sensasi asal Jerman tersebut. Liverpool saat ini tengah dalam pembicaraan intensif dengan Bayer Leverkusen setelah berhasil meyakinkan Wirtz dan perwakilannya bahwa masa depannya ada di Merseyside.

Keluarga pemain berusia 22 tahun itu baru-baru ini terbang ke Liverpool untuk mencari rumah di wilayah barat laut Inggris. Mereka dikabarkan terkesan dengan visi Arne Slot untuk Wirtz dan rencana tim juara Premier League tersebut ke depan. Liverpool telah mengajukan tawaran pembuka sebesar £85 juta (sekitar Rp1,7 triliun) ditambah add-ons untuk pemain internasional Jerman itu, setelah mendapat lampu hijau dari pemilik klub, Fenway Sports Group (FSG).

Jumlah tersebut masih di bawah penilaian Leverkusen yang dikabarkan mematok harga yang akan memecahkan rekor transfer Premier League, yaitu £115 juta (sekitar Rp2,3 triliun) yang dibayarkan Chelsea untuk Moises Caicedo pada 2023. Namun, preferensi Wirtz untuk bergabung dengan Liverpool ketimbang Bayern Munchen membuat juara Premier League ini menjadi yang terdepan dalam perburuan target jangka panjang mereka. Negosiasi antara kedua klub terus berlanjut dan kesepakatan kemungkinan akan segera tercapai.

Berita ini tentu akan diterima dengan kurang baik di kalangan Manchester United. Mereka sebelumnya melewatkan kesempatan emas untuk merekrut Wirtz sekitar tiga setengah tahun lalu.

Selama masa singkat Ralf Rangnick sebagai manajer interim di Old Trafford, ia menyusun daftar panjang target transfer utamanya untuk manajemen United. Rangnick ditunjuk pada Desember 2021 dan diharapkan memulai tugas konsultasi dua tahun setelah pengganti permanen diidentifikasi pada akhir musim. Menjelang jendela transfer pertamanya pada Januari 2022, daftar keinginannya mencakup nama-nama seperti Josko Gvardiol, Christopher Nkunku, dan Erling Haaland.

Namun, Wirtz yang kala itu berusia 18 tahun, menjadi target prioritas manajer asal Jerman tersebut. Wirtz saat itu tengah menikmati peningkatan pesat di Leverkusen, menjadi pemain termuda klub yang debut di Bundesliga tak lama setelah ulang tahunnya yang ke-17 pada Maret 2020. Dengan delapan gol dan delapan assist pada musim berikutnya, ia bahkan mendapat panggilan ke skuad senior Jerman pada Maret 2021.

Rangnick berharap daya tarik Premier League dan Old Trafford dapat membujuk Wirtz untuk bergabung dengan United. Laporan saat itu menyebutkan biaya transfer sekitar £60 juta (sekitar Rp1,2 triliun) sudah cukup untuk meyakinkan Leverkusen. Namun, United memilih untuk tidak melakukan pembelian pemain pada Januari 2022, yang sangat membuat frustrasi Rangnick. Manajer interim itu kemudian meninggalkan klub pada Mei setelah hanya memenangkan 11 dari 31 pertandingannya, mengakhiri pengejaran Setan Merah terhadap Wirtz.

Sejak saat itu, gelandang serang tersebut telah berkembang menjadi salah satu talenta paling cemerlang di sepak bola Eropa berkat penampilannya di bawah asuhan Xabi Alonso. Ia memainkan peran penting saat Leverkusen menyelesaikan double domestik tak terkalahkan musim lalu, yang membuatnya masuk radar klub-klub seperti Bayern Munchen, Manchester City, dan Chelsea.

Juara Jerman yang baru dinobatkan, Bayern, awalnya cukup yakin dapat menyelesaikan kesepakatan musim panas ini untuk Wirtz, yang masih terikat kontrak dengan Leverkusen hingga 2027. Namun, harapan itu pupus setelah Wirtz dan orang tuanya – yang juga menjadi perwakilannya dalam negosiasi – bertemu dengan petinggi Bayern, Max Eberl; supremo klub, Uli Hoeness; dan pelatih kepala Vincent Kompany.

Diduga, mereka meninggalkan pertemuan tersebut dengan perasaan kurang puas dan kurangnya kejelasan mengenai rencana Bayern untuknya. Situasi sebaliknya terjadi ketika mereka bertemu dengan Liverpool, yang tampil mengesankan karena kedalaman pengetahuan mereka tentang Wirtz, memungkinkan The Reds untuk memimpin antrean. Direktur Pelaksana Leverkusen, Simon Rolfes, pekan ini mengonfirmasi bahwa Liverpool memiliki “minat konkret” pada Wirtz.

“[Wirtz adalah] salah satu pemain kami,” kata Rolfes dalam konferensi pers perkenalan pelatih kepala baru Erik ten Hag pada hari Senin. “Tentu saja, ada banyak minat. Ada minat konkret dari Liverpool tapi tidak ada yang perlu dikatakan lebih lanjut saat ini. Florian adalah pemain kami.”

Kesepakatan besar untuk Wirtz hanyalah satu bagian dari rencana transfer musim panas Liverpool. Rekan setimnya di Leverkusen, Jeremie Frimpong, juga disebut-sebut akan merapat ke Anfield dalam kesepakatan £29,5 juta (sekitar Rp590 miliar), sementara bek Bournemouth, Milos Kerkez, juga masuk daftar. Potensi kedatangan mereka menjadi bukti jelas daya tarik kemenangan, di mana Slot mampu meyakinkan pemain setelah meraih gelar Premier League.

Di sisi lain, bagi Manchester United dan Ruben Amorim, mereka selangkah lebih dekat untuk menyelesaikan penandatanganan Matheus Cunha dari Wolves dengan biaya £62,5 juta, dengan tes medis untuk penyerang Brasil itu akan segera dilakukan.