News
Beranda » News » LMND Kota Serang Soroti Kesenjangan Pembangunan Setahun Pertama Era Budi-Agis

LMND Kota Serang Soroti Kesenjangan Pembangunan Setahun Pertama Era Budi-Agis

GELUMPAI.ID – Genap satu tahun pasangan Walikota Serang Budi Rustandi dan Wakil Walikota Nur Agis Aulia menjalankan roda pemerintahan. Namun, sejumlah indikator kinerja menunjukkan capaian yang belum menggembirakan. Pembangunan fisik yang kerap dirayakan melalui seremoni peresmian belum berbanding lurus dengan perbaikan kondisi sosial-ekonomi masyarakat.

Ketua Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Kota Serang, Aji Maulana, menilai capaian pemerintahan Budi-Agis masih bersifat permukaan dan belum menyentuh akar persoalan kesejahteraan masyarakat.

“Kemiskinan masih menganga, pertumbuhan ekonomi melambat, tata kelola birokrasi stagnan, dan krisis fiskal mengancam kelangsungan 13 program unggulan yang dijanjikan kepada warga,” ungkapnya, Rabu 18 Februari 2026.

Dalam keterangan tertulisnya, Aji membeberkan sejumlah kritik yang berkaitan dengan infrastruktur. Menurutnya, sepanjang tahun pertama, Pemerintah Kota Serang meresmikan lima kantor kelurahan baru di Kiara, Sayar, Margaluyu, Cilowong, dan Kalanganyar, serta merevitalisasi kawasan Royal Baroe dengan anggaran Rp10 miliar dari APBD Perubahan 2025 sebagai ruang publik representatif.

Namun, dua hari pascaperesmian pada 28 Desember 2025, kawasan Royal Baroe justru terendam banjir akibat jebolnya tembok kantor pemadam kebakaran. Peristiwa serupa kembali terjadi pada 12 Januari 2026, dengan genangan air setinggi 20-40 sentimeter setelah hujan deras selama dua hari berturut-turut.

Kondisi ini dinilai mencerminkan lemahnya kajian hidrologi pada tahap perencanaan. Sebuah kawasan yang diklaim sebagai ikon baru kota semestinya dirancang dengan mempertimbangkan daya tampung drainase, koefisien aliran permukaan, serta koordinasi lintas kewenangan, bukan semata mengejar estetika visual.

“Janji penanganan banjir sebagai program prioritas 100 hari kerja juga belum menunjukkan capaian signifikan. Normalisasi sungai baru dikerjakan di penghujung tahun, sementara penanganan drainase kawasan perumahan dan PJU Terpadu masih jauh dari tuntas,” kata Aji.

Laman: 1 2 3