Mangione kini ditahan di Pennsylvania atas tuduhan kepemilikan senjata dan pemalsuan dokumen, sementara jaksa di New York sedang berupaya untuk mengekstradisinya. Pengacaranya mengatakan dia akan mengajukan pembelaan tidak bersalah terhadap tuduhan di Pennsylvania.
Pada hari Rabu, Komisaris Kepolisian New York City, Jessica Tisch, mengungkapkan bahwa polisi telah mencocokkan senjata yang ditemukan pada Mangione dengan selongsong peluru yang ditemukan di tempat kejadian dan sidik jari Mangione ditemukan pada botol air dan bungkus energi bar di lokasi tersebut. Bukti lain termasuk dokumen yang ditemukan di tangannya yang menggambarkan tindakannya sebagai respon sah terhadap apa yang dia anggap sebagai keserakahan perusahaan.
Mangione sendiri berteriak saat dibawa ke pengadilan pada hari Selasa, menyebut, “…sangat tidak peka dan menghina kecerdasan rakyat Amerika!”
Amerika Serikat adalah negara dengan biaya kesehatan tertinggi, dan data menunjukkan bahwa pengeluaran untuk premi asuransi, biaya keluar kantong, obat-obatan, dan layanan rumah sakit meningkat dalam lima tahun terakhir.
Mangione sendiri menderita nyeri punggung kronis yang mempengaruhi kehidupannya sehari-hari, menurut teman-teman dan postingan media sosialnya, meskipun tidak jelas apakah masalah kesehatan pribadinya berperan dalam peristiwa penembakan tersebut.
David Shapiro, mantan agen FBI dan profesor di John Jay College of Criminal Justice, mengatakan, “Sulit untuk meremehkan kemarahan dan kegelisahan orang-orang terhadap perusahaan asuransi mereka.”
Beberapa situs bahkan menjual kaos dengan wajah Mangione dan pesan seperti “FREE LUIGI” dan “Di Rumah Ini, Luigi Mangione adalah Pahlawan, Tamat Cerita.” Ada juga topi dengan tulisan “Don’t Deny My Coverage.”
Namun, dukungan terhadap Mangione tidak sepenuhnya merata. Beberapa komentator media sosial mencatat latar belakang istimewa Mangione sebagai bagian dari keluarga terkemuka di Baltimore, Maryland, dibandingkan dengan latar belakang Thompson yang berasal dari keluarga pekerja di pedesaan Iowa. Mereka menilai pembunuhan ini sebagai contoh bagaimana retorika anti-kapitalis dapat memicu kekerasan.

