GELUMPAI.ID – Pelatih Paris Saint-Germain (PSG), Luis Enrique, memberikan komentar meremehkan terkait potensi ancaman bola mati yang dimiliki Arsenal menjelang pertemuan kedua tim di babak semifinal Liga Champions. Enrique bahkan membandingkan kemampuan Arsenal dalam situasi set-piece dengan Liverpool dan menyatakan tidak akan memberikan fokus khusus pada taktik tersebut dalam persiapannya.
PSG akan bertandang ke Emirates Stadium pekan depan untuk memperebutkan tiket ke final Liga Champions. Sebelumnya, juara bertahan Liga Prancis itu telah berhasil menyingkirkan dua tim asal Inggris, Aston Villa dan Liverpool. Arsenal dan PSG sendiri telah bertemu di fase grup, di mana The Gunners meraih kemenangan 2-0 melalui gol dari Kai Havertz dan tendangan bebas Bukayo Saka.
Menanggapi potensi ancaman bola mati Arsenal, Enrique menyatakan tidak terlalu khawatir dan menilai bahwa tim seperti Liverpool memiliki potensi yang sama besarnya, jika tidak lebih, dalam situasi tersebut. “Kami akan mempersiapkan diri dengan cara yang sama seperti saat melawan Liverpool,” ujar Enrique. “Liverpool adalah tim yang memiliki potensi setidaknya setara dengan Arsenal, bahkan mungkin lebih. Aston Villa juga sangat berbahaya dalam situasi ini, seperti halnya sebagian besar tim di Ligue 1. Kami tidak akan secara khusus mempersiapkan tim kami berdasarkan aspek ini. Namun, jelas kami harus kompetitif di semua area.”
Akan tetapi, keyakinan Enrique terhadap efektivitas bola mati Liverpool tampaknya tidak didukung oleh statistik. Meskipun tampil impresif di liga, Liverpool justru mencatatkan jumlah gol yang minim dari situasi set-piece. Data dari WhoScored menunjukkan bahwa Liverpool hanya mampu mencetak enam gol dari bola mati sepanjang musim 2024/2025, jauh di bawah 13 gol yang dicatatkan Arsenal. Hanya tim-tim penghuni zona degradasi dan Fulham yang mencetak gol lebih sedikit dari situasi tersebut.
Pelatih Liverpool, Arne Slot, memberikan analisisnya bahwa waktu menjadi faktor pembeda antara hasil timnya dan Arsenal. Ia menjelaskan bahwa taktik bola mati membutuhkan waktu yang lebih lama untuk diimplementasikan dengan baik, terutama bagi staf pelatih yang baru bekerja dalam waktu singkat. Slot menyoroti Arsenal di bawah arahan Mikel Arteta sebagai contoh tim yang telah bekerja keras dalam waktu lama dan kini sangat efektif dalam segala aspek permainan, termasuk situasi bola mati.

