GELUMPAI.ID – Stadion OL Lyon bakal menjadi saksi pertarungan besar dua klub Eropa saat Olympique Lyonnais menjamu Manchester United dalam leg pertama perempat final Liga Europa, Kamis malam waktu setempat.
Laga ini bukan sekadar soal mengejar tiket semifinal, tapi juga adu strategi, kepercayaan diri, dan tekad untuk kembali bersinar di kancah Eropa.
Pelatih Lyon, Paulo Fonseca, tidak ragu menyebut bahwa timnya siap tampil habis-habisan. Ia percaya para pemainnya punya mentalitas yang dibutuhkan untuk melangkah jauh, “Kami percaya pada diri kami sendiri, pada kemampuan kami, pada para pemain kami,” ujar Fonseca dalam sesi jumpa pers.
“Kami akan bermain untuk menang. Kepercayaan diri sedang tinggi. Saya pikir tim saya benar-benar siap.” lanjutnya.
Dengan performa solid di lima laga terakhir—empat kemenangan dan hanya satu kekalahan—Lyon datang ke laga ini dengan momentum positif. Kehadiran sosok seperti Rayan Cherki dan Georges Mikautadze di lini depan jadi andalan tuan rumah.
Di sisi lain, manajer Manchester United Ruben Amorim menyadari bahwa timnya tak akan punya laga mudah di tanah Prancis. Ia secara khusus menyoroti perkembangan Lyon di bawah Fonseca, “Lyon lebih fisik, lebih besar, dan lebih cepat daripada Real Sociedad,” kata Amorim.
“Sejak Fonseca datang, mereka menang lebih sering, mencetak lebih banyak gol, dan kebobolan lebih sedikit. Mereka main dengan penguasaan bola yang baik—ini akan jadi tantangan berbeda bagi kami.” tambahnya.
Meski demikian, United tetap percaya diri. Bruno Fernandes dan Joshua Zirkzee bakal menjadi tumpuan tim Setan Merah dalam urusan kreativitas dan penyelesaian akhir.
Laga ini juga jadi momen spesial bagi gelandang Lyon, Nemanja Matić. Pemain berpengalaman asal Serbia itu akan bertemu mantan klubnya, Manchester United, tempat ia mencatat 189 penampilan antara tahun 2017 hingga 2022.
Dengan sejarah pertemuan yang berpihak pada United—dua kemenangan dan dua imbang dari empat laga di Liga Champions—Lyon punya alasan untuk mengejar pembuktian. Tapi dengan dukungan publik sendiri, mereka ingin menjadikan laga ini sebagai titik balik sejarah.

