News
Beranda » Mafia Minyak Kita Ketahuan! Pemerintah Siap Hajar!

Mafia Minyak Kita Ketahuan! Pemerintah Siap Hajar!

GELUMPAI.ID – Harga Minyak Kita yang terus melejit di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) akhirnya membuka tabir praktik curang di balik distribusinya. Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso dan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) memastikan tidak akan tinggal diam.

Kenaikan harga ini jadi sorotan setelah Staf Ahli Menteri Perdagangan Tommy Andana mengungkapkan bahwa pada Januari 2025, rata-rata harga Minyakita mencapai Rp17.389 per liter, padahal HET seharusnya Rp15.700 per liter. Padahal, stok minyak nasional sebenarnya aman! Produksi Minyakita mencapai 213.988 ton per bulan, sementara kebutuhan hanya 170.000 ton. Jadi, ke mana minyaknya?

Dugaan pun mengarah pada oknum distributor yang sengaja menahan stok untuk menaikkan harga. Menanggapi hal ini, Zulhas langsung turun tangan.

“Makanya kita cek terus ya. Saya kemarin turun langsung ke Banyuwangi. Soal minyak goreng ini kan penting, apalagi mau Puasa. Biasanya yang rawan itu minyak goreng dan gas. Itu kan kebutuhan pokok masyarakat, menyangkut hajat orang banyak, jadi harus benar-benar diperhatikan,” tegas Zulhas saat sidak di Pasar Klender, Jakarta Timur, Rabu (5/2/2025).

Zulhas juga memperingatkan para pemain minyak goreng agar tidak macam-macam. “Pokoknya soal gas, minyak goreng, cabai, gula, apalagi menjelang Puasa, harus diawasi ketat. Jangan sampai ada yang main-main,” ujarnya.

Satgas Sudah Bergerak, Pelaku Kena Sanksi!

Mendag Budi Santoso memastikan bahwa praktik curang ini sudah diendus dan satu distributor di Tangerang terbukti memainkan distribusi. “Ya, kemarin ada di Tangerang itu kan, sudah kita ekspos. Itu sudah jadi perhatian kita, jangan sampai ada distributor lain yang seperti itu lagi. Sekarang sudah kita tertibkan, dan harga sudah mulai baik lagi, sesuai HET Rp15.700 per liter,” jelasnya.

Budi juga memastikan bahwa pelaku bakal kena sanksi berat. “Kalau memang melanggar, ya nanti disita. Sekarang, (yang oknum tersebut) sudah diproses di Bareskrim,” katanya. Bahkan, satu orang telah teridentifikasi sebagai dalang utama. “Satu orang, owner-nya langsung,” ungkapnya.

Laman: 1 2