“Program ini juga tak lepas dari sinergi bersama kepala sekolah dan dewan guru sejak tahap perencanaan hingga evaluasi,” tuturnya.
Ia menjelaskan, mahasiswa berbagi praktik baik berupa modul mini literasi digital berbasis proyek, contoh rubrik penilaian sederhana, hingga ide permainan edukatif.
Guru pun menilai program berjalan relevan, aplikatif, dan berharap pendampingan serupa bisa dilanjutkan sebagai kegiatan ekstrakurikuler rutin.
“Selama pelaksanaan, kehadiran siswa terbilang stabil. Antusias mereka terlihat jelas dalam sesi tanya jawab, presentasi kelompok, hingga permainan literasi digital. Banyak siswa yang mengaku senang karena materi digital disampaikan ringan dan seru, sementara latihan LKBB dan Pramuka memberi pengalaman belajar sambil bergerak yang menantang namun menyenangkan,” jelasnya.
Ketua Kelompok 20 menyebut, program ini menjadi pondasi awal budaya literasi digital aman dan bertanggung jawab di tingkat sekolah dasar.
Dengan dukungan guru, perangkat desa, dan masyarakat, partisipasi KKN Tematik UNMA 2025 Kelompok 20 di Desa Kalanganyar menunjukkan bahwa penguatan kompetensi abad 21, mulai dari literasi digital hingga karakter kepemimpinan dapat tumbuh efektif melalui kemitraan pendidikan yang hangat, relevan, dan berkelanjutan.

