News
Beranda » News » Mahasiswa Korea Tuai Kecaman Setelah Postingan Video Mengejar Wanita

Mahasiswa Korea Tuai Kecaman Setelah Postingan Video Mengejar Wanita

GELUMPAI.ID — Sejumlah mahasiswa pria di Korea tengah menghadapi kemarahan publik setelah memposting video pendek yang menunjukkan mereka mengejar mahasiswi yang berjalan sendirian di malam hari.

Dalam video yang mengklaim “membantu wanita pulang dengan aman” setelah sesi belajar malam untuk ujian tengah semester, video tersebut malah menertawakan ketakutan dan kecemasan yang dialami wanita ketika didekati atau diikuti oleh pria asing di malam hari.

Sebuah akun Instagram yang dikelola oleh mahasiswa Jurusan Teknik Elektro dan Elektronika Korea University (@ku_electreels) memposting video dengan teks yang bertuliskan, “Memilih seorang wanita acak dan membantu dia pulang dengan aman” pada pekan lalu.

Tanpa konteks yang jelas, video berdurasi 10 detik itu memperlihatkan seorang pria berlari mengejar seorang wanita di jalan kosong pada malam hari.

Merasa terganggu dengan kehadiran orang asing, wanita tersebut lari tanpa menoleh sedikit pun.

Video yang diunggah untuk mempromosikan acara bagi-bagi camilan midterm dari kelompok mahasiswa ini memicu kontroversi online karena mengingatkan penonton pada kejahatan pelecehan yang menargetkan wanita.

Beberapa hari kemudian, akun Instagram tersebut menghapus video tersebut dan mengeluarkan permintaan maaf.

Video serupa juga diposting oleh mahasiswa dari Chungbuk National University dan Hanbat National University minggu lalu, di mana dua hingga tiga mahasiswa pria mengejar seorang mahasiswi di jalan kosong pada malam hari dengan teks bertuliskan, “Membantu seorang mahasiswi acak pulang dengan aman.”

Video-video ini memicu kecaman langsung di dunia maya, dan kelompok mahasiswa tersebut langsung menghapus video dan mengeluarkan permintaan maaf.

Sebuah survei terbaru dari Statistics Korea menunjukkan bahwa 44,9 persen wanita Korea yang berusia di atas 13 tahun merasa tidak aman saat berjalan sendirian di malam hari.

Meskipun Korea tidak memiliki survei konkret yang mendalam tentang kejahatan stalking, polisi mengajukan surat perintah penangkapan untuk 10.037 tersangka dari 29.559 keluhan kasus stalking pada 2022.

Laman: 1 2