GELUMPAI.ID – Legenda Manchester United, Paul Scholes, melontarkan kritik pedas terhadap pendekatan manajer Ruben Amorim yang dinilai lebih memprioritaskan Liga Europa ketimbang Liga Primer Inggris. Meskipun Manchester United berhasil melaju ke final Liga Europa dengan kemenangan agregat 7-1 atas Athletic Club, Scholes mempertanyakan strategi Amorim dalam memilih pemain di kompetisi domestik.
Scholes menyoroti keputusan Amorim yang melakukan perubahan besar pada starting eleven saat kekalahan telak dari Brentford pekan lalu, termasuk mencadangkan kapten Bruno Fernandes. Langkah ini diduga kuat diambil untuk menjaga kebugaran pemain kunci jelang laga semifinal Liga Europa.
“Manchester United seharusnya mampu bersaing di dua atau tiga kompetisi sekaligus tanpa harus mengorbankan salah satunya, dan mereka jelas-jelas mengorbankan liga,” tulis Scholes dalam kolomnya di TNT Sports.
“Saya tidak suka ini dan saya tidak setuju dengan ini, dan saya percaya harus ada standar tertentu yang dibutuhkan dalam tim Liga Primer,” tambahnya.
Scholes menilai taktik Amorim telah menciptakan mentalitas menerima kekalahan di pertandingan Liga Primer. “Hampir seolah-olah mereka memasuki pertandingan Liga Primer dengan penerimaan bahwa mereka tidak akan memenangkan pertandingan, yang mana itu gila. Saya pikir penerimaan itu datang dari semua orang. Saya pikir itu datang dari manajer meskipun dia tidak akan mengakuinya. Dia tidak memainkan tim untuk memenangkan pertandingan sepak bola di liga,” jelasnya.
Bahkan, Scholes menduga para penggemar pun sudah pasrah dengan performa buruk di liga dan lebih fokus pada Liga Europa. “Saya pikir bahkan para penggemar berpikir mari kita selesaikan saja pertandingan liga ini karena liga telah menjadi bencana,” ungkapnya.
Meskipun mengakui tim lain seperti Arsenal dan Tottenham juga melakukan rotasi pemain saat berkompetisi di Eropa, Scholes tetap tidak yakin dengan metode Amorim.
Menjelang pertandingan Liga Primer berikutnya melawan West Ham, Amorim mengisyaratkan perubahan strategi dengan menurunkan tim yang lebih kuat. “Tidak, mereka akan bermain karena terkadang lebih baik untuk bermain,” ujar Amorim, menambahkan bahwa ia hanya akan melindungi pemain yang berpotensi mengalami cedera. Ini mengindikasikan adanya perubahan pendekatan setelah tiket final Liga Europa berhasil diamankan.

