Harapan untuk Pemerataan
Indrawati Saptariningsih, Kepala Sekolah SLB A Pembina Tingkat Nasional, menyatakan meskipun pihaknya belum menerima program MBG, mereka bersikap pasrah dan menunggu program ini berjalan lebih merata. “Kami tidak apa-apa karena bertahap dan masih berproses,” katanya.
Namun, bagi orang tua seperti Rina, program ini harus segera diperbaiki agar makanan yang disediakan dapat disesuaikan dengan kebutuhan khusus setiap anak. “Semoga makanannya nanti tidak mengandung susu atau cokelat,” harap Rina.
Program makan bergizi gratis ini sebelumnya dirancang untuk mendukung kesehatan lebih dari 3 juta anak Indonesia melalui Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2024 tentang Badan Gizi Nasional. Semoga implementasinya ke depan semakin inklusif dan merata hingga ke SLB.
Sumber: TEMPO

