Lifestyle
Beranda » Lifestyle » Makan Pedas Boleh, Tapi Batas Aman Ini Wajib Tahu!

Makan Pedas Boleh, Tapi Batas Aman Ini Wajib Tahu!

GELUMPAI.ID — Makanan pedas selalu jadi favorit masyarakat Indonesia. Rasa terbakar dari cabai justru bikin ketagihan karena memicu hormon endorfin yang bikin nyaman dan semangat.

Tapi, konsumsi cabai berlebihan bisa berdampak buruk buat tubuh. Para ahli menyarankan agar kita tetap memperhatikan batas konsumsi harian biar organ pencernaan tetap aman.

Capsaicin, zat yang bikin pedas pada cabai, bisa menimbulkan sensasi terbakar dan iritasi di saluran pencernaan jika dikonsumsi terlalu banyak. Zat ini memang punya manfaat, tapi tetap ada takarannya.

Peneliti menyebutkan bahwa konsumsi cabai lebih dari 50 gram per hari bisa menurunkan fungsi kognitif dua kali lebih cepat dibanding yang makan kurang dari itu.

Disarankan maksimal konsumsi cabai sebanyak tiga biji per hari untuk menjaga kesehatan jangka panjang.

Tiap orang punya toleransi berbeda terhadap makanan pedas. Jadi, penting untuk kenal kondisi tubuh sendiri sebelum nekat nambah level kepedasan.

Kalau belum terbiasa makan pedas, mulailah secara perlahan. Jangan langsung tancap gas makan ekstra pedas kalau belum siap.

Mulai dari tingkat kepedasan ringan, lalu naikkan perlahan seiring waktu. Cara ini bantu pencernaan beradaptasi.

Jangan makan pedas saat perut kosong. Bisa-bisa lambung langsung protes dan bikin nyeri tak tertahankan.

Sebelum makan pedas, isi perut dulu dengan makanan ringan biar bisa jadi tameng dari serangan capsaicin.

Kalau sudah kepedasan, gula dan madu bisa jadi penolong. Keduanya membantu menyerap capsaicin sekaligus menetralisir rasa di mulut.

Tapi kalau sudah muncul gejala serius seperti nyeri perut, mual parah, atau muntah, jangan sepelekan. Segera cari bantuan medis.

Konsumsi pedas berlebihan juga bisa menyebabkan diare, nyeri dada, sakit kepala, bahkan luka di tenggorokan akibat asam lambung.

Jadi, meskipun makanan pedas menggoda, sebaiknya tetap kendalikan porsinya. Demi rasa, jangan sampai kesehatan jadi taruhannya.