GELUMPAI.ID – Leicester City harus menerima kenyataan pahit terdegradasi dari Liga Primer Inggris setelah gagal menghindari zona merah. Kini, pertanyaan besar muncul mengenai kelanjutan karier Ruud van Nistelrooy sebagai manajer The Foxes.
Pelatih asal Belanda itu menggantikan Steve Cooper pada akhir November lalu, namun hanya mampu mempersembahkan dua kemenangan dari 21 pertandingan liga yang telah ia pimpin. Meskipun sempat menunjukkan potensi saat menjadi pelatih interim di Manchester United, Van Nistelrooy gagal mengangkat performa Leicester dan menyelamatkan mereka dari jurang degradasi.
Spekulasi mengenai masa depannya di King Power Stadium pun tak terhindarkan. Sementara belum diketahui apakah Van Nistelrooy bersedia melatih di Championship, ia sempat berbicara mengenai peluang untuk bangkit kembali musim depan dan apa yang perlu dilakukan untuk mewujudkannya.
Namun, sikap internal klub terhadap Van Nistelrooy dilaporkan beragam. Seperti dilansir The Athletic, manajemen klub menghargai cara Van Nistelrooy menangani situasi sulit yang ia hadapi. Mereka juga menyadari bahwa mantan penyerang Manchester United itu mewarisi skuad yang dibangun oleh pelatih sebelumnya yang hanya bertahan selama 12 pertandingan liga.
Pengalaman Van Nistelrooy dalam mengembangkan pemain muda saat menangani PSV Eindhoven juga menjadi pertimbangan. Hal ini bisa saja meyakinkan pemilik klub, Khun Top, untuk tetap mempertahankan Van Nistelrooy.
Meski demikian, keputusan ini diperkirakan akan menuai ketidakpuasan dari para penggemar. Kekalahan kandang kesembilan secara beruntun tanpa mencetak gol, yang merupakan rekor terburuk dalam sejarah sepak bola Inggris, telah memicu kekecewaan besar di kalangan suporter. Banyak yang menginginkan awal yang baru di Championship dengan manajer yang berbeda.
Kekalahan telak 0-3 dari Wolverhampton Wanderers pada akhir pekan lalu semakin memperburuk suasana. Van Nistelrooy bahkan tak segan melontarkan kritik pedas kepada para pemainnya.
“Saya melihat performanya dan itu tidak cukup baik. Saya tidak berbicara soal taktik, tetapi soal intensitas, duel. Kami banyak kehilangan bola dengan mudah, terutama di babak pertama. Di babak kedua, ya, kami kebobolan dua gol dari serangan balik, tetapi kami lebih baik dalam hal itu. Namun, hari ini tidak cukup baik.” ujar Van Nistelrooy kepada Match of the Day.
Dengan ketidakpastian yang menyelimuti, masa depan Ruud van Nistelrooy di Leicester City masih menjadi tanda tanya besar menjelang musim Championship mendatang. Keputusan dari manajemen klub akan sangat menentukan arah The Foxes dalam upaya mereka untuk kembali ke Liga Primer Inggris.

