GELUMPAI.ID – Manajemen Manchester United dikabarkan telah mengambil keputusan tegas terkait masa depan manajer Ruben Amorim. Meskipun Setan Merah terancam mengakhiri musim Liga Primer Inggris dengan posisi terburuk dalam 50 tahun terakhir, dan akan menghadapi Tottenham Hotspur di final Liga Europa pada Rabu mendatang di Bilbao, Amorim disebut tidak akan dipecat meskipun gagal membawa pulang trofi Eropa.
Para petinggi United meyakini bahwa akan menjadi sebuah “kegilaan” jika mereka harus menghukum Amorim atas performa buruk di liga. Mereka siap memberikan kesempatan kepada pelatih berusia 40 tahun itu untuk menerapkan metodenya pada musim depan.
Meskipun demikian, ada sedikit kekecewaan di jajaran direksi Old Trafford terkait pernyataan jujur Amorim yang sempat meragukan apakah tugas di United terlalu besar baginya. Terlebih lagi, United memiliki peluang untuk menyelamatkan musim mereka dengan mengalahkan Tottenham di final Liga Europa dan mengamankan tiket ke Liga Champions.
Tim rekrutmen klub bahkan telah menyusun dua daftar target transfer. Daftar pertama akan dieksekusi jika United berhasil meraih “jackpot” 100 juta poundsterling dengan mengalahkan Spurs di final, yang notabene juga mengalami musim yang lebih buruk dari mereka.
Daftar kedua akan lebih terbatas jika United gagal lolos ke kompetisi Eropa musim depan. Kedua daftar tersebut dirancang untuk membentuk skuad yang mampu menjalankan taktik yang diinginkan Amorim, meskipun taktik tersebut baru menghasilkan 13 kekalahan dalam 26 pertandingan Liga Primer Inggris sejak ia menggantikan Erik ten Hag pada November lalu.
Penilaian brutal Amorim yang sempat menyebut dirinya mungkin manajer terburuk dalam sejarah klub sempat menimbulkan kekhawatiran bahwa ia mungkin akan mengundurkan diri di akhir musim. Namun, ia kemudian meralat pernyataannya dan menyadari bahwa kegagalan meraih hasil maksimal juga disebabkan oleh skuad yang dinilai tidak sesuai dengan filosofinya.
Meskipun demikian, United dikabarkan akan tetap meminta jaminan dari mantan pelatih Sporting Lisbon itu bahwa ia tidak berencana untuk mengundurkan diri sebelum mereka melakukan pergerakan di bursa transfer musim panas. Pemilik klub yang blak-blakan, Sir Jim Ratcliffe, disebut terkesan dengan keterbukaan manajernya tersebut.
Ratcliffe sendiri sebelumnya telah sangat kritis terhadap infrastruktur klub yang ia temukan setelah mengakuisisi sebagian saham klub 14 bulan lalu, dan hal ini sempat menimbulkan ketegangan dengan keluarga Glazer yang masih menjadi pemilik saham minoritas.
Keputusan untuk tetap mempertahankan Amorim, bahkan jika gagal di final Liga Europa, menunjukkan kepercayaan manajemen United pada visi jangka panjang sang pelatih. Mereka tampaknya siap memberikan waktu dan dukungan yang dibutuhkan Amorim untuk membangun kembali Manchester United menjadi kekuatan yang disegani.

