GELUMPAI.ID — Marc Marquez kembali menunjukkan kelemahannya di MotoGP Spanyol. Ia terjatuh di awal balapan, hanya sehari setelah memenangi sprint race.
Pembalap Ducati pabrikan ini kehilangan peluang besar untuk menang. Ia finis tanpa poin, bahkan tertinggal dari adiknya, Alex Marquez, di klasemen.
Marquez tampil agresif di awal balapan, bersaing dengan Fabio Quartararo dan Pecco Bagnaia. Namun, gaya balapnya terlihat tidak terkendali.
“Dia terlihat lebih sembrono dari biasanya,” ujar Michael Laverty, analis TNT Sports.
Mengutip laman CRASH, Marquez kehilangan ketenangan saat terlibat persaingan sengit. Ia kembali ke gaya lama yang agresif.
“Di tikungan 6, motornya tidak stabil. Dia mengambil risiko berlebihan,” kata Laverty.
Marquez dikenal unggul di tikungan 7 dan 8. Namun, kecepatan masuknya terlalu tinggi hingga kehilangan grip.
“Ban depan tidak kuat menahan tekanan. Dia tidak perlu memaksakan diri di awal balapan,” ungkap Laverty.
Marquez mengambil risiko besar demi posisi terdepan. Namun, ia justru gagal meraih poin.
“Ini kali kedua Marc membuat kesalahan yang tidak perlu. Dia bisa tersandung sendiri di perebutan gelar,” tutur Laverty.
Di sisi lain, Alex Marquez tampil lebih tenang. Ia berhasil mengamankan hasil lebih baik.
Jelang MotoGP Prancis di Le Mans, Marc hanya terpaut satu poin dari Alex. Bagnaia, yang memanfaatkan kegagalan Marc, tertinggal 20 poin dari pemuncak klasemen.
Marc telah jatuh dua kali di grand prix musim ini, yakni di Texas dan Jerez. Padahal, kedua sirkuit itu seharusnya menguntungkan baginya.
Kegagalan di Jerez lebih mengecewakan karena terjadi di tikungan kiri, keunggulan Marc. Ia mengaku terlalu percaya diri.
“Peluang menang sangat besar. Tapi, saat ada ekspektasi, dia justru membuat kesalahan,” ujar analis Sylvain Guintoli.
Marc diketahui kuat di tikungan kiri seperti 7 dan 8. Namun, ia melewati batas grip ban.
“Dia tahu kelebihannya, tapi kali ini berlebihan. Dia kehabisan grip,” kata Guintoli.
Guintoli menambahkan bahwa Marquez tidak pernah menyerah. “Dia tidak suka jadi yang kedua,” tutupnya.

