GELUMPAI.ID — Ducati mendominasi tujuh balapan terakhir di MotoGP Prancis sejak 2020, termasuk Sprint. Namun, Marc Marquez dan Francesco Bagnaia, duo pabrikan Ducati, belum pernah menang di Le Mans.
Tidak ada pembalap yang menang dua kali berturut-turut di Le Mans sejak Marquez pada 2018-2019 bersama Honda. Kemenangan Ducati di sini akan jadi rekor ke-23 beruntun mereka.
Pemenang GP Prancis dari Ducati sejak 2020 meliputi Danilo Petrucci (2020), Jack Miller (2021), Enea Bastianini (2022), Marco Bezzecchi (2023), dan Jorge Martin (2023-2024).
Marquez tiba di Prancis tertinggal satu poin dari adiknya, Alex, di klasemen. Ia jatuh di GP Spanyol, kesalahan keduanya musim ini.
Meski demikian, Marquez mendominasi tes Jerez hari Senin. Ia menunjukkan kecepatan kompetitif meski start dari posisi 13 di Le Mans tahun lalu.
“Saya senang kembali bekerja, Le Mans ramah untuk Ducati belakangan ini, dan saya naik podium di sini tahun lalu,” ujar Marquez, pemenang GP Prancis 2014, 2018, dan 2019 bersama Honda!
Mengutip laman CRASH, Marquez optimistis meski belum tahu pasti komponen baru yang dibawa dari tes Jerez. “Cuaca dan suhu di Prancis bisa jadi faktor penentu balapan,” katanya.
Tahun lalu, Marquez merebut posisi kedua dari Bagnaia di lap terakhir. Ia finis kurang dari setengah detik di belakang Jorge Martin.
“Meski cuaca berpengaruh, Le Mans adalah lintasan yang saya suka dan cocok untuk Ducati,” kata Bagnaia.
“Di Jerez, saya solid di Sprint, tapi kurang agresif di balapan. Tes Jerez memberi solusi baru yang akan kami bawa ke sini,” tambahnya?
Bagnaia finis P3 ganda di Jerez, tapi hanya ke-19 di tes karena fokus pada race pace. Ia kini tertinggal 20 poin dari Alex Marquez di klasemen.
Tes Jerez menghasilkan langkah maju untuk Bagnaia. Ia yakin solusi baru ini akan meningkatkan daya saing di Le Mans.
Marquez dan Bagnaia sama-sama lapar kemenangan. Le Mans jadi peluang besar untuk Ducati memperpanjang dominasi mereka.

