GELUMPAI.ID — Marc Marquez finis ke-12 di MotoGP Spanyol usai jatuh di awal balapan. Kecelakaan Jerez 2020 terlintas di pikirannya saat comeback.
Marquez, pemenang Sprint, terlibat duel sengit di tiga putaran awal. Ia bersaing dengan Fabio Quartararo dan Francesco Bagnaia sebelum crash di posisi ketiga.
Bangkit dari urutan 22, Marquez menyalip banyak pembalap. Ia bahkan mencatat waktu putaran lebih cepat dari pemimpin meski motornya rusak.
Namun, ia memilih tak memaksakan diri. Jarak tiga detik dengan Johann Zarco dan Alex Rins membuatnya berhati-hati.
“Ya, saya ingat Jerez 2020,” kata Marquez saat ditanya soal keputusannya.
“Saya lihat grup lain di depan Rins, tapi saya bilang, ‘saya tak akan berlebihan. Saya tak mau crash lagi,’” ujarnya.
Kecelakaan 2020 di Jerez menyebabkan cedera lengan serius. Pemulihan panjang dengan beberapa operasi menyusul setelahnya.
Dikutip dari CRASH, Marquez menegaskan ia tak memaksakan motor. Ia juga tak menyalahkan tekanan ban depan.
“Saya tak all-in. Masih putaran ketiga, terlalu dini untuk masalah tekanan ban,” katanya.
Sebelumnya, Marquez bersenggolan dengan Bagnaia saat berebut posisi dua. Insiden itu membuatnya lebih tenang.
“Saya tak expect dia di samping. Setelah kontak kecil, saya bilang, ‘OK, saatnya tarik napas,’” ungkapnya.
Meski gagal podium, Marquez bahagia dengan kemenangan adiknya, Alex. Alex Marquez meraih kemenangan perdana dan memimpin klasemen.
“Satu-satunya yang bikin saya tersenyum adalah kemenangan Alex. Dia luar biasa musim ini,” serunya.
Marquez kini tertinggal satu poin dari Alex. Le Mans jadi tantangan berikutnya akhir pekan depan.

