GELUMPAI.ID — Marc Marquez kini dianggap telah mengatasi kelemahan besar yang dulu sering dimanfaatkan oleh rivalnya di MotoGP.
Meskipun sempat kehilangan keunggulan dua detik di MotoGP Amerika, Marquez telah memenangkan tujuh dari delapan balapan pertama di musim 2025. Hanya kegagalannya mempertahankan posisi terdepan di Amerika yang mencegahnya meraih kemenangan sempurna.
Menariknya, Marquez justru memenangkan MotoGP Qatar yang sebelumnya diprediksi akan lebih menguntungkan bagi Pecco Bagnaia.
“Dia lebih cepat enam ratusan detik dari Maverick Vinales dan dua persepuluh detik lebih cepat dari Pecco,” ungkap Lewis Duncan dalam podcast Crash MotoGP.
Duncan juga menyoroti bahwa Marquez mengendalikan jalannya balapan, dengan lap 17 menandai saat pertama kali Marquez merebut posisi terdepan.
“Dia hampir tiga persepuluh detik lebih cepat dari Maverick, dan enam persepuluh detik lebih cepat dari Bagnaia pada saat itu,” lanjut Duncan.
Kini, Marquez tampaknya menguasai tidak hanya balapan ini, tapi juga keseluruhan kejuaraan.
Bahkan, di sirkuit yang seharusnya menjadi kelemahan baginya, seperti Qatar dengan tikungan kanan, Marquez menyebutkan “kami membuat kemajuan.”
Perjalanan selanjutnya di Jerez dan Le Mans diprediksi akan mengukuhkan dominasi Marquez lebih jauh. “Sekarang, hal yang dulu menjadi kelemahan dan bisa dieksploitasi lawan, tidak lagi menjadi masalah,” ujarnya.
Sementara itu, Pecco Bagnaia, yang kini berada di posisi ketiga di klasemen, dipaksa untuk membuktikan kualitasnya. Duncan mengkritik performa Bagnaia di kualifikasi yang mempengaruhi hasil balapan.
“Bagnaia lebih cepat di pace balapan, tetapi dia membuat kesalahan di kualifikasi,” kata Duncan.
Duncan menambahkan, meskipun Ducati terus mencari alasan untuk penurunan performa Bagnaia, pada akhirnya yang perlu dipertanyakan adalah: “Seberapa bagus sebenarnya Bagnaia?”
Bagnaia, yang sebelumnya diharapkan menjadi juara dunia ganda, kini dipandang sebagai pembalap nomor dua yang rapuh. Duncan percaya, saat ini, Marquez adalah pembalap yang tak terkalahkan.

