Bola & Sports
Beranda » Bola & Sports » Marquez Selamat, Bagnaia Kacau, dan Fogarty Ngamuk di Media Sosial

Marquez Selamat, Bagnaia Kacau, dan Fogarty Ngamuk di Media Sosial

GELUMPAI.ID – Sprint Race MotoGP Ceko 2025 di Brno tak hanya diwarnai kemenangan Marc Marquez yang brilian, tapi juga amarah publik dan legenda balap akibat aturan tekanan ban yang kembali memantik kontroversi.

Carl Fogarty bahkan sampai melontarkan makian terbuka di media sosial, menyebut regulasi tersebut “lelucon sialan”.

Marquez Menang, Tapi Masih ‘Disidang’

Meski tampil cerdas dalam mengelola tekanan ban dan berhasil menyalip Pedro Acosta untuk kembali memimpin, kemenangan Marquez di Brno sempat digantung.

Sesaat setelah ia melewati garis finis, FIM mengumumkan bahwa sang juara Sprint sedang dalam investigasi karena tekanan ban depan yang sempat di bawah batas minimum.

Andai terbukti melanggar, Marquez bisa dijatuhi penalti 8 detik, cukup untuk menenggelamkannya ke posisi 14, di luar zona poin.

Untungnya, dashboard Marquez sudah lebih dulu mengonfirmasi bahwa tekanannya kembali legal sebelum lap terakhir.

Ia pun tetap dinyatakan sebagai pemenang, meraih kemenangan ke-11 dalam 12 Sprint terakhir.

Carl Fogarty: “Ini Aturan Terbodoh yang Pernah Ada”

Legenda Superbike, Carl Fogarty, tak bisa menahan amarahnya. Melalui akun X (Twitter), ia menyentil akun resmi MotoGP dengan bahasa yang kasar.

“Aturan tekanan ban ini lelucon sialan!!!!” “Siapa peduli soal tekanan ban yang lo pakai?!!!” tulisnya.

Fogarty, yang dikenal blak-blakan sejak era balap 500cc dan menyandang empat gelar WSBK, jadi satu dari banyak suara keras yang menentang aturan ini.

Ia menyuarakan sentimen mayoritas fans yang merasa balapan jadi terlalu teknis dan tidak lagi ditentukan murni oleh aksi di lintasan.

Ducati Kena Batunya, Bagnaia Jadi Korban

Kasus Marquez bukan yang pertama musim ini. Di Qatar, Maverick Vinales (Tech3) juga kehilangan posisi podium karena tekanan ban yang tak sesuai.

Kali ini, Ducati salah kalkulasi. Akibatnya, Bagnaia yang awalnya memimpin Sprint harus melambat demi menaikkan tekanan.

Tapi alih-alih bisa mengejar lagi seperti Marquez, ia justru dihantam bertubi-tubi dan finish di posisi 7.

Michelin Angkat Kaki, Pirelli Siap Masuk

Pabrikan ban asal Prancis, Michelin, berdalih aturan tekanan minimum ini murni soal keselamatan.

Laman: 1 2