GELUMPAI.ID — Marc Marquez meraih posisi kedua di MotoGP Prancis 2025, hasil yang ia kaitkan dengan pelajaran dari kegagalannya di Jerez. Balapan basah di Le Mans menguji pendekatan hati-hatinya.
Marquez jatuh di Grand Prix Spanyol dua pekan lalu saat memburu podium. Kesalahan itu membentuk strateginya di GP Prancis yang kacau.
Pebalap Ducati ini menghadapi dua penalti putaran panjang karena mengganti motor di lap pemanasan. Ia juga masuk pit untuk ban basah.
Balapan hati-hati membawanya ke podium dan memimpin klasemen. Marquez kini unggul 22 poin.
“Hari Minggu itu adalah hari di mana kamu bisa membuat kesalahan dengan mudah,” ujar Marquez di konferensi pers pasca-balapan.
Marquez yakin kemenangan di Jerez akan membuatnya jatuh di Le Mans. Ia memperkirakan 80% kemungkinan tergelincir.
Menurut laporan dari CRASH, Marquez fokus mengurangi kerugian. Kondisi sulit menuntut balapan hati-hati.
“Tapi fakta bahwa saya membuat kesalahan di Jerez mencegah kesalahan hari ini,” katanya.
Marquez tertinggal delapan detik dari Johann Zarco di satu titik. Mengejar dianggapnya terlalu berisiko.
“Dalam balapan, saya hanya berusaha mengontrol Alex [Marquez], yang saat ini adalah lawan utama di kejuaraan,” jelasnya.
Mengejar waktu lap 1m45s terasa berbahaya. Marquez memilih 1m46s hingga 1m47s untuk mengamankan finis.
“Ini adalah hari di mana kamu harus meminimalkan kerugian,” tambahnya.
Pelajaran dari Jerez terbukti krusial. Itu membuatnya stabil di tengah kondisi tak menentu di Le Mans.
“Kesalahan di Jerez… Saya harus terus memikirkan ini dan berusaha memperbaiki ke depannya,” tutupnya.
Kemenangan di sprint GP Prancis melengkapi podium grand prix. Pola pikir hati-hati Marquez kini mendorong perburuan gelarnya.

