Bola & Sports
Beranda » Bola & Sports » Marquez Ungkap Tekanan Mental Bagnaia di MotoGP 2025

Marquez Ungkap Tekanan Mental Bagnaia di MotoGP 2025

Ducati Lenovo's Spanish rider Marc Marquez smiles during a press conference ahead of the Argentina Grand Prix 2025 at the Termas de Rio Hondo circuit in Santiago del Estero Province, Argentina, on March 13, 2025. (Photo by Luis ROBAYO / AFP) (Photo by LUIS ROBAYO/AFP via Getty Images)

GELUMPAI.ID – Francesco Bagnaia benar-benar menjalani akhir pekan terburuknya di musim MotoGP 2025 pada seri Catalan Grand Prix.

Dari kualifikasi hingga performa, semuanya jadi salah satu titik terendah dalam kariernya.

Pembalap Ducati itu hanya mampu start dari posisi ke-21, hasil terburuk sejak GP Portugal 2022.

Bagnaia bahkan tertinggal setengah detik dari batas waktu menuju Q2, membuatnya hanya start di depan tiga rider, Maverick Vinales yang baru pulih cedera, Lorenzo Savadori sebagai test rider Aprilia, dan Somkiat Chantra yang kabarnya akan kehilangan kursi di 2026.

Ironisnya, ia bahkan kalah cepat dari wildcard Honda, Aleix Espargaro.

Padahal, di GP Hungaria lalu Bagnaia sempat optimis usai perubahan radikal pada motornya membuatnya bisa tampil lebih agresif.

Namun, itu ternyata hanya “fajar palsu” di musim yang makin sulit.

Situasi Bagnaia ikut dikomentari Marc Marquez.

Menurutnya, rider Italia itu kini berada dalam tekanan psikologis berat dan terus jadi sorotan media.

Bagnaia kini sudah tertinggal 227 poin dari pimpinan klasemen.

“Dia sedang melewati masa yang sangat sulit, baik mental maupun rasa percaya dirinya. Itu membuatnya tak bisa tampil sesuai kemampuannya,” ujar Marquez.

“Kalau hype media ini mereda, ia bisa lebih tenang dan mulai membangun lagi kepercayaan dirinya,” katanya lagi.

Bagnaia masih punya catatan 12 podium musim ini, tapi hanya dua dari 11 balapan terakhir.

Padahal, November lalu ia hanya berjarak 11 poin dari gelar juara dunia ketiga beruntun.

Banyak pihak menilai masalah utama Bagnaia ada pada motor GP25.

Sebagian besar pakar yakin jika ia masih menunggangi GP24, posisinya akan nyaman di urutan dua klasemen, di atas Alex Marquez.

Awalnya Bagnaia memberi respons positif pada GP25, tapi belakangan muncul disconnect besar antara dirinya dengan motor.

Jika krisis ini berlanjut hingga 2026, masa depan Bagnaia di Ducati bisa saja goyah, sebuah skenario yang nyaris tak terpikirkan di awal musim.

Kini, harapan satu-satunya adalah Bagnaia bisa menemukan secercah motivasi di sisa seri 2025.

Laman: 1 2