Bola & Sports
Beranda » Bola & Sports » Masalah Indispliner Jadi Dilema Transfer Matheus Cunha ke Manchester United

Masalah Indispliner Jadi Dilema Transfer Matheus Cunha ke Manchester United

Perburuan Manchester United terhadap penyerang Wolves, Matheus Cunha, mendapat 'lampu kuning' dari pundit kenamaan Inggris, Gary Lineker. (cr/x.com)

GELUMPAI.ID – Perburuan Manchester United terhadap penyerang Wolves, Matheus Cunha, mendapat ‘lampu kuning’ dari pundit kenamaan Inggris, Gary Lineker. Meskipun Setan Merah dikabarkan siap mengaktifkan klausul pelepasan sang pemain senilai £62,5 juta (sekitar Rp 1,25 triliun), Lineker menyarankan kehati-hatian.

United baru saja menjalani musim yang mengecewakan, finis di peringkat 15 Liga Premier dan kalah dari Tottenham Hotspur di final Liga Europa. Hasil ini membuat mereka dipastikan absen dari kompetisi Eropa musim depan.

Meski demikian, pelatih Ruben Amorim tetap berambisi memperkuat skuadnya. Cunha pun muncul sebagai target utama. Namun, Lineker menyuarakan kekhawatirannya tentang potensi masalah disipliner pada Cunha.

“Dia adalah pemain yang sangat berbakat. Ada sedikit tanda tanya terhadap Matheus Cunha dalam hal manajer,” kata Lineker di podcast Rest is Football. “Dia bisa saja brilian atau kadang-kadang bisa dituduh kurang memiliki prinsip tim dan etos kerja. Saya pikir beberapa manajer di Wolves pernah menyinggung hal itu. Mungkin, saya tidak mengenalnya secara pribadi, tapi mungkin dia bisa sedikit bermasalah,” tuturnya.

Terlepas dari torehan 15 gol dan enam assist dalam 33 penampilan liga untuk Wolves, Cunha memang sempat bergumul dengan masalah disipliner musim lalu. Menurut Manchester Evening News, pemain berusia 26 tahun itu pernah dihukum larangan dua pertandingan pada Desember karena menyikut staf Ipswich Town dan melepaskan kacamata orang tersebut. Pada Maret, ia juga diskors empat pertandingan setelah menanduk bek Bournemouth, Milos Kerkez, dan diusir keluar lapangan saat pertandingan Piala FA.

Meski begitu, pandit dan mantan bek Manchester City, Micah Richards, punya pandangan berbeda. Ia yakin kepindahan ke United bisa menjadi solusi bagi Cunha untuk meninggalkan masalah masa lalunya. Menurut Richards, lingkungan klub yang lebih besar dan kualitas pemain yang lebih baik di United akan membantu Cunha berkembang.

“Saya pikir itu lebih karena frustrasi,” kata Richards menanggapi komentar Lineker. “Saya pikir jika Anda bermain di — di mana Man United finis musim ini, Anda bahkan tidak bisa mengatakan tim yang lebih baik , tetapi pada akhirnya klub yang lebih besar dan pemain yang lebih baik, ego sedikit dikesampingkan,” ungkapnya.

Richards percaya gaya bermain Cunha akan cocok untuk United. “Saya pikir dia sempurna untuk sistem dengan dua nomor 10. Dia suka bergerak ke satu sisi, menguasai bola, sangat kreatif, dan dia bisa melihat umpan, jadi saya pikir dia akan menjadi perekrutan yang bagus untuk Man United jika mereka bisa mendapatkannya,” imbuhnya.

Sementara itu, pelatih Ruben Amorim sendiri telah meredam ekspektasi akan adanya perombakan skuad besar-besaran di musim panas ini. Belum jelas siapa lagi yang akan bergabung dengan Cunha jika transfernya terwujud.

“Tanpa Liga Champions, kami tidak membutuhkan skuad besar, kami bisa mengendalikan skuad dengan cara yang lebih baik,” kata Amorim selama tur pasca-musim United.

“Itu tidak akan banyak berubah karena kami memiliki aturan financial fair play. Kami tidak diizinkan melakukan banyak hal musim panas ini, bahkan dengan Liga Champions, jadi kami siap untuk itu. Penting untuk tetap bersatu. Kami akan berjuang, semuanya tidak akan langsung berjalan lancar, tetapi saya punya firasat dan saya melihat tim membaik dan itu yang paling penting,” pungkasnya.