GELUMPAI.ID – Mateo Kovacic memiliki misi ganda jelang final Piala FA antara Manchester City dan Crystal Palace. Gelandang enerjik ini tidak hanya bertekad untuk mengakhiri kutukan final Piala FA yang menghantuinya, tetapi juga meyakini bahwa kemenangan di Wembley akan menjadi batu loncatan bagi dominasi global Manchester City.
Catatan buruk final Piala FA membayangi Kovacic. Ia tercatat telah empat kali mencapai partai puncak turnamen tertua di dunia itu, namun selalu berakhir dengan kekalahan. Tiga final pahit dialaminya bersama Chelsea (2020, 2021, 2022), sebelum kembali merasakan kekalahan di Wembley musim lalu saat Manchester City menyerah di tangan rival sekota, Manchester United.
Kini, dengan final kelimanya di depan mata, Kovacic menyimpan motivasi berlipat ganda. Ia ingin merasakan gelar Piala FA untuk pertama kali dalam kariernya. Lebih dari itu, pemain internasional Kroasia ini melihat potensi besar dalam skuad Manchester City di bawah arahan Pep Guardiola. Menurutnya, kemenangan di Piala FA akan semakin memperkokoh mentalitas juara dan membuka jalan bagi The Citizens untuk menguasai panggung sepak bola dunia.
“Musim ini, meskipun tidak berjalan sesuai harapan, kami bisa mengakhirinya dengan cara yang positif yang bisa memberi kami dorongan besar untuk Piala Dunia Antarklub,” ujar Kovacic, menyadari bahwa City gagal mempertahankan standar tinggi mereka di Liga Primer dan Liga Champions musim ini.
“Mari kita lihat bagaimana akhir musim nanti. Kami selalu berharap musim berjalan lebih baik, tetapi banyak tim lain juga tampil bagus dan mungkin tidak meraih trofi,” tambahnya.
Kendati demikian, Kovacic menekankan bahwa mencapai final dan tetap berada di zona Liga Champions bukanlah pencapaian yang bisa diremehkan, terutama di klub dengan ekspektasi tinggi seperti Manchester City. “Di klub ini, mungkin terasa biasa saja karena kami sudah berada di puncak selama bertahun-tahun,” katanya.
Mantan pemain Real Madrid dan Inter Milan ini mengakui bahwa performa timnya sempat menurun di pertengahan musim, namun ia merasakan adanya tren positif menjelang akhir kompetisi.
“Kami sedikit terlambat menemukan kembali performa kami. Kami memulai musim dengan sangat baik, lalu kami mengalami penurunan yang signifikan. Sekarang kami mulai bangkit kembali. Sayangnya, performa seperti ini tidak bertahan sepanjang musim seperti sebelumnya, tetapi kami masih berjuang untuk posisi empat besar dan berada di final Piala FA yang tidak pernah mudah. Jadi, musim ini masih bisa berakhir dengan baik. Kami terus berkembang, final akan sulit, seperti final lainnya. Ada banyak tekanan bagi kedua tim, tapi kami siap,” jelasnya.
Bagi Kovacic, final Piala FA kali ini bukan sekadar pertandingan biasa. Ini adalah kesempatan untuk memutus rantai kegagalan di final dan membuktikan mentalitas juara yang dimilikinya.
“Ini akan menjadi final kelima saya dan saya akan berusaha seperti biasa untuk membantu tim meraih trofi Piala FA, akan luar biasa dan bermain di final di Wembley selalu spesial,” tegas Kovacic.
“Bagi saya, setiap trofi itu penting, karena itu adalah cerita dan perjalanan yang berbeda. Piala FA adalah piala tertua dan itu spesial. Ini adalah pertandingan sistem gugur dan jika Anda mengalami hari yang buruk, Anda tersingkir. Tetapi kami menjalani perjalanan yang baik musim ini dan saya tidak sabar menunggu final,” pungkasnya, penuh optimisme menatap laga puncak di Wembley.

