GELUMPAI.ID — Nemanja Matic, mantan gelandang Manchester United, baru-baru ini membagikan pandangannya tentang pengalamannya selama lima tahun di Old Trafford.
Dalam wawancara dengan The Athletic, Matic mengungkapkan bahwa di Manchester United, kemenangan bukanlah prioritas utama. Ia merasa fokus klub lebih kepada aspek komersial.
Matic bergabung dengan United pada 2017 dengan biaya £40 juta dan bermain di bawah asuhan Jose Mourinho. Selama lima tahun di United, Matic tampil konsisten dengan 189 penampilan, namun gagal meraih gelar.
“Saya datang ke United dengan semangat untuk menang seperti di Chelsea, tapi selangkah demi selangkah saya merasa trofi bukan fokus. Mungkin saya salah, tapi itu perasaan saya,” ungkap Matic.
Pernyataan Matic ini menggambarkan perbedaan budaya yang ia rasakan antara Chelsea dan United. Di Chelsea, ia merasakan atmosfer kemenangan dan ambisi meraih trofi yang sangat kuat.
“Di Chelsea, semua tentang hasil dan trofi. Itu semangat di seluruh klub, bahkan dari tukang potong rumput,” tambahnya.
Matic juga membandingkan fokus pemilik Chelsea, Roman Abramovich, yang selalu menanyakan soal hasil, dengan kondisi di United yang lebih mengutamakan aspek komersial.
“Saya paham gaji kami harus dibayar, tapi saya rasa hasil bukan fokus seperti di Chelsea. Saya mungkin hanya lakukan dua pekerjaan komersial di Chelsea, di United jauh lebih banyak,” jelasnya.
Kini, di usia 36 tahun, Matic bermain untuk Lyon dan akan menghadapi mantan klubnya, Manchester United, di perempat-final Liga Europa. Pertandingan ini menjadi kesempatan baginya untuk membuktikan semangat juangnya meski merasa terhambat di United.
Sumber: GOAL

