GELUMPAI.ID — Maverick Vinales membuat Ducati waspada dengan performa KTM di MotoGP Qatar. Ia menegaskan rivalnya kini paham kekuatan motornya.
Vinales finis kedua secara sensasional di Qatar. Namun, penalti tekanan ban membuatnya terlempar ke posisi 14.
Hasil ini tetap jadi momen positif untuk KTM. Tim ini sebelumnya mengalami tahun yang sulit di dalam dan luar lintasan.
Usai balapan, Vinales terlihat berdiskusi sengit dengan Marc Marquez dan Pecco Bagnaia. Mereka membahas kemampuan motor KTM yang baru.
“Ini pertama kalinya mereka bertarung langsung dengan KTM di balapan,” kata Vinales kepada TNT Sport.
“Sekarang, mereka paham kekuatan motor ini. Ini pertama kalinya mereka melihat KTM bersaing di depan,” ujarnya.
Mengutip laman CRASH, Vinales menyoroti keunggulan KTM. “Kecepatan maksimal dan mesin adalah kekuatan kami,” katanya.
Vinales telah memprediksi hasil bagus di Qatar. Ia merasa potensi podium ada, meski tak untuk kemenangan.
“Saya pikir saya bisa di belakang seseorang. Tapi, saya tak menyangka bisa bertarung untuk menang,” ungkapnya.
Performa KTM mulai membaik sejak Argentina. Vinales merasakan keseimbangan motor yang lebih baik di Austin.
“Di Qatar, semua berjalan baik. Kami bisa bertarung di depan, itu pertanda positif,” tuturnya.
Vinales optimistis dengan proyek jangka panjang KTM. “Ada harapan untuk KTM, kami harus terus bekerja,” katanya.
Meski hasil di Qatar mengecewakan karena penalti, Vinales tetap positif. Ia fokus pada kecepatannya selama balapan.
“Saya coba ambil sisi positifnya, saya cepat. Emosi yang saya rasakan sangat positif,” ujarnya.
Vinales juga belajar banyak sejak menjadi ayah. “Dulu saya mudah frustrasi, tapi dengan dua anak, saya harus tenang,” katanya.
Di Jerez, Vinales finis keempat, memperkuat performa KTM. Dua pembalap KTM lainnya, Brad Binder dan Pedro Acosta, finis di posisi enam dan tujuh.
Rekan setim Vinales, Enea Bastianini, menempati posisi kesembilan. Seluruh pembalap KTM berhasil masuk 10 besar.

