GELUMPAI.ID – Mantan pembalap F1, Juan Pablo Montoya, memberikan peringatan keras kepada Max Verstappen terkait masa depan Red Bull yang menghadapi tantangan besar pada musim 2026.
Tahun depan menjadi tonggak penting dengan diberlakukannya regulasi baru untuk unit tenaga. Red Bull akan menjadi pemasok unit tenaga untuk pertama kalinya dalam sejarahnya.
Menurut laporan dari RacingNews365, langkah besar ini membawa risiko besar karena Red Bull dikabarkan tengah menghadapi kesulitan teknis menjelang musim baru.
Montoya menilai mesin Red Bull bisa jadi lemah dan ini berpotensi membuat Verstappen mempertimbangkan untuk mengakhiri kontraknya.
“Red Bull memiliki unit tenaga tahun depan yang tidak ada yang tahu seberapa bagusnya,” kata Montoya kepada Instant Casino.
“Mereka bisa saja berada di posisi seperti Williams saat ini tahun depan. Jika Red Bull benar-benar berada di tengah-tengah persaingan, Max Verstappen harus bertanya pada dirinya sendiri apakah dia ingin tetap di tim itu.”
“Pertimbangan itu semakin besar dengan adanya klausul yang memungkinkan dia mengakhiri kontrak lebih awal.”
Mercedes dikabarkan unggul dalam pengembangan unit tenaga baru, yang membuat banyak pihak percaya Verstappen mungkin ingin bergabung dengan tim bermesin Jerman tersebut.
Pindah ke McLaren tidak memungkinkan karena Lando Norris dan Oscar Piastri masih terikat kontrak jangka panjang. Sedangkan ke Mercedes, Verstappen harus menggantikan Kimi Antonelli atau George Russell.
“Yang sulit adalah McLaren baru saja memperpanjang kontrak Piastri,” tambah Montoya.
“Apakah Wolff akan memecat Antonelli untuk memberi tempat bagi Verstappen? Atau apakah dia akan memecat Russell? Saya tidak tahu seberapa cepat keputusan itu akan dibuat.”
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari RacingNews365, masa depan Verstappen di Red Bull menjadi salah satu sorotan utama jelang perubahan besar di Formula 1 musim depan.

