GELUMPAI.ID — Max Verstappen kembali mencuri perhatian, bukan karena aksinya di lintasan, tapi sikapnya yang tak terduga usai insiden panas di GP Arab Saudi.
Pebalap Red Bull itu dijatuhi penalti lima detik karena keluar lintasan dan dianggap mendapatkan keuntungan saat bersaing dengan Oscar Piastri di awal balapan.
Penalti tersebut dijalankan saat pit stop, membuatnya keluar pit dalam posisi kedua di belakang Piastri. Meski tampil agresif, Verstappen gagal mengejar pembalap McLaren itu hingga garis finis.
Namun yang jadi sorotan bukan hasil lomba, melainkan reaksi Verstappen usai balapan.
Alih-alih marah atau menyalahkan steward, juara dunia F1 empat kali itu justru memilih bungkam. Ia menolak menjawab pertanyaan soal penalti dan hanya memberi pernyataan singkat.
“Orang-orang tidak bisa menerima kebenaran sepenuhnya,” ujar Verstappen singkat. “Ada risiko ucapan saya akan diputarbalikkan.”
Dilansir dari CRASH, sikap tenang Verstappen justru menuai pujian dari para pengamat balap.
Analis F1 Peter Windsor menyebut Verstappen telah menunjukkan kedewasaan yang luar biasa.
“Saya khawatir dia bakal berkata, ‘Saya seharusnya menang balapan ini’, tapi ternyata tidak,” ucap Windsor di kanal YouTube miliknya.
“Ia benar-benar profesional, seperti Jackie Stewart. Itu sangat mengesankan,” lanjutnya.
Menurut Windsor, Verstappen sudah berada di level baru dalam kariernya. Ia kini mampu menahan diri dari drama dan fokus pada hal yang lebih penting.
“Dia mengikuti instingnya sendiri dan memahami konteks Formula 1 secara menyeluruh. Dia melakukan apa yang menurutnya benar sebagai pembalap,” ujar Windsor.
Tim Red Bull disebut menyarankan Verstappen untuk tidak banyak berkomentar, dan Verstappen langsung mengikuti saran tersebut.
Windsor menyebut penalti yang dijatuhkan sudah cukup ringan. Ia juga menyoroti aturan duel roda-ke-roda yang masih belum konsisten.
Ia menilai insiden itu memang kesalahan Verstappen, tapi wajar jika pembalap sekelas Verstappen tidak mau mengakuinya secara terbuka.
“Dia pembalap, dia melakukan manuver untuk mengambil alih posisi. Tentu dia tidak akan bilang itu kesalahannya,” katanya.

