GELUMPAI.ID — Sebagian besar warga Israel percaya perjanjian damai dengan Palestina akan meningkatkan keamanan nasional. Survei dari Chord Center Universitas Hebrew juga menunjukkan dampak positif pada ekonomi.
Banyak responden yakin solusi politik akan meningkatkan keselamatan pribadi. Mereka juga melihat stabilitas jangka panjang dan pertumbuhan ekonomi.
Survei dilakukan pada April 2025 dengan 820 responden dewasa Israel. Hasilnya akan dipresentasikan di People’s Peace Summit di Yerusalem.
Sebanyak 46% responden yakin perjanjian damai akan mengurangi serangan roket. Hanya 21% yang memperkirakan serangan akan meningkat.
Sekitar 41% percaya insiden teror akan berkurang. Sementara 28% khawatir serangan teror justru bertambah.
Pada level pribadi, 43% merasa keamanan mereka akan membaik. Hanya 17% yang takut keamanan memburuk.
Hampir setengah responden yakin tugas cadangan IDF akan dipersingkat. Sebanyak 34% juga melihat potensi pengurangan wajib militer.
Menurut laporan dari Jerusalem Post, 60% responden memprediksi lonjakan pariwisata. Sekitar 50% mengharapkan pertumbuhan ekonomi dan kemitraan teknologi regional.
Sebanyak 46% yakin damai memungkinkan investasi lebih besar di pendidikan dan kesehatan. Sekitar 45% melihat pemerintah bisa fokus pada prioritas domestik.
Sebanyak 39% responden melihat damai memperkuat demokrasi Israel. Namun, 31% khawatir perpecahan sosial justru meningkat.
Di kalangan pemilih oposisi, 57% yakin negara Palestina akan mendukung demokrasi. Ini mencerminkan kekhawatiran konflik melemahkan tata kelola.
Mayoritas responden menilai keterlibatan internasional penting. Sebanyak 58% menyebut peran AS krusial, sementara 57% dukung pengakuan resmi Otoritas Palestina.
Sebanyak 64% pemilih oposisi yakin pergantian pemerintah tingkatkan peluang damai. Hanya 26% pemilih koalisi setuju.
Meski 42% mendukung perjanjian damai regional, hanya 15% optimistis itu tercapai dalam waktu dekat. Angka ini turun menjadi 5% di kalangan pendukung koalisi.
“Temuan konferensi membuktikan rakyat Israel menginginkan harapan,” kata koalisi It’s Time. “Perjanjian politik dengan Palestina adalah fondasi keamanan dan kemakmuran.”

