GELUMPAI.ID — Meghan Markle mengungkapkan tantangan membangun merek gaya hidupnya, As Ever. Ia berbagi cerita di podcast Confessions of a Female Founder pada 6 Mei.
Meghan mengaku sempat ragu saat memulai As Ever. Sorotan publik membuatnya merasa berada di bawah tekanan.
“Saya telepon seseorang dan bertanya, ‘Apa ini akan berhasil?’ Saya penuh keraguan,” ujar Meghan kepada Hanna Mendoza, pendiri Clevr Blends!
Ia menekankan pentingnya tetap percaya diri di depan tim. Namun, ia juga butuh seseorang untuk berbagi keraguan secara pribadi.
“Jangan tunjukkan keraguan pada tim junior. Tapi, saya tetap butuh seseorang untuk berkata, ‘Ini masuk akal,’” katanya.
Menurut laporan dari Fox News, produk madu edisi terbatas As Ever ludes dalam lima menit. Ini menjadi bukti dukungan besar dari publik.

Mitra Meghan membantunya mengatasi keraguan. “Pasangan saya bilang, ‘Kamu bercanda? Kami sangat antusias, ini luar biasa!’” kenangnya!
Kerja sama dengan Netflix menjadi tonggak penting. “Netflix sebagai mitra bisnis saya sangat besar,” ujar Meghan.
Namun, perjalanan As Ever tak selalu mulus. Permohonan merek dagang American Riviera Orchard ditolak karena alasan geografis.
Logo As Ever juga menuai kontroversi. Wali kota Porreres, Spanyol, menyebutnya menyerupai lambang kota mereka.
“Saya hanya meminta penghormatan terhadap warisan budaya kami,” kata Francisca Mora, wali kota Porreres!
Meghan menegaskan logo itu terinspirasi dari rumahnya di California. Pemeriksaan merek dagang global telah dilakukan.
As Ever awalnya dinamakan American Riviera Orchard. Meghan mengamankan nama As Ever sejak 2022.
“Saya suka ‘American Riviera’, tapi itu membatasi saya. Kini, As Ever mencerminkan apa yang selalu saya lakukan,” ungkapnya!
Kehadiran As Ever menegaskan kembalinya Meghan ke dunia gaya hidup. Ia ingin berbagi passion-nya melalui merek ini.

