GELUMPAI.ID – Warga Kecamatan Cisauk mendesak agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten untuk segera membangun Sekolah Menengah Kejuruan atau SMK.
Sebab Kecamatan Cisauk dinilai mengalami kekurangan jumlah sekolah untuk dapat menampung para lulusan SMP sederajat.
Hal itu diutarakan langsung oleh salah seorang tokoh masyarakat setempat, Hidayat Muhtar, usai dirinya menggelar audiensi dengan DPRD Provinsi Banten pada Rabu, 15 Maret 2023.
Ia menuturkan, keberadaan SMK di Kecamatan Cisauk dinilai sangat dibutuhkan oleh masyakarat.
“Karena kondisi lingkungan Cisauk itu membutuhkan tenaga-tenaga yang sifatnya praktis, yang mungkin nanti akan lebih banyak konsentrasinya di SMK,” ujarnya yang juga didampingi oleh Ketua Fraksi PDIP pada DPRD Provinsi Banten, Muhlis
Kemudian ia juga menambahkan, alasan lain dibutuhkannya kehadiran SMK adalah karena di lingkungan tesebut hanya ada satu sekolah menengah atas, yakni SMAN 28 Kabupaten Tangerang.
Sementara animo masyarakat untuk melanjutkan jenjang pendidikan tersebut terus meningkat derastis tiap tahunnya.
Oleh karenanya, kehadiran SMK di lingkungan itu dapat menjadi solusi atas kebutuhan tersebut.
“Animo masyarakat untuk masuk ke SMAN 28 itu naik sampai 200 persen. Salah satu solusinya adalah kita harus ada sekolah vokasi atau SMK,” tuturnya.
Namun ketika disinggung perihal jurusan apa yang akan dibuka, Hidayat menyerahkan sepenuhnya kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten.
Sementara itu di sisi lain, usai menerima kunjungan audiensi, Ketua Komisi V DPRD Provinsi Banten Yeremia Mendrofa mengatakan bahwa pihaknya menerima dengan baik masukan dan saran dari masyarakat terkait hal tersebut.
Mendrofa juga berjanji akan menyampaikan hasil audiensi tersebut kepada Pj Gubernur, agar dapat menjadi bahan pertimbangan dalam upaya merealisasikan keinginan masyarakat di Kecamatan Cisauk.
“Pada prinsipnya, aspirasi ini kami tampung dan akan kami follow up. Kami Komisi V akan memberikan rekomendasi kepada pak Gubernur untuk menjadi bahan pertimbangan dalam hal pembangunan SMKN di Cisauk,” ucapnya.
Yeremia mengatakan, berdasarkan hasil kajian Bappeda, Kecamatan Cisauk memang masuk ke dalam daerah prioritas untuk dibangun Unit Sekolah Baru (USB).
Sehingga, aspirasi dari masyarakat Cisauk dapat semakin besar untuk direalisasikan.
“Meskipun memang untuk realisasinya bertahap, mungkin pada tahun 2024 itu dilakukan pembebasan lahan dan feasibility study. Untuk pembangunannya akan dilakukan pada tahun 2025,” tandasnya.
