GELUMPAI.ID — Pemain sepak bola Inggris jarang memilih berkarier di luar negeri. Fenomena ini mencolok dibandingkan negara lain.
Pada Piala Dunia 2018, skuad Inggris menjadi satu-satunya tanpa pemain yang bermain di luar negeri. Sebaliknya, Prancis memiliki pemain dari lima negara, dan Kroasia dari 11 liga berbeda.
Kini, beberapa bintang seperti Jude Bellingham dan Harry Kane bermain di luar Inggris. Namun, langkah ini tetap langka bagi pemain internasional Inggris.
Liga Primer Inggris menjadi magnet finansial. Gaji tahunan klub-klubnya mencapai £2,9 miliar pada 2019, jauh melampaui liga lain.
Klub papan tengah seperti Crystal Palace memiliki anggaran gaji lebih besar dari gabungan Atalanta dan Udinese. Bahkan Championship menawarkan gaji hingga £80.000 per pekan.
Dengan kekayaan finansial ini, pemain Inggris minim insentif untuk pindah. Mengapa memilih liga dengan bayaran lebih rendah?
Mengutip laman GOAL, faktor sejarah juga berperan. Pemain Inggris lebih bermimpi bermain untuk Liverpool atau Manchester United ketimbang klub asing.
Hanya Real Madrid dan Barcelona yang kerap menarik pemain Inggris. Nama seperti David Beckham dan Gareth Bale pernah bersinar di sana.
Hambatan bahasa menjadi kendala besar. Banyak pemain Inggris kurang mahir berbahasa asing karena sistem pendidikan dan budaya monolingual.
Komunikasi di sepak bola sangat krusial. Pemain yang pindah ke luar sering kesulitan beradaptasi dan cepat pulang.
Michael Owen pernah berbagi pengalaman sulitnya hidup di Madrid. “Itu bukan sesuatu yang bisa diselesaikan dengan uang,” katanya.
Gareth Bale, meski sukses di Real Madrid, dikritik karena kurang menguasai bahasa Spanyol. Pengalaman ini membuat pemain lain ragu untuk mencoba.
Pemain Inggris cenderung memilih liga berbahasa Inggris seperti di Amerika Serikat atau Australia. Namun, liga-liga ini kalah kompetitif dibandingkan Eropa.
Kurangnya adaptasi juga memicu rasa rindu kampung halaman. Banyak yang gagal bertahan lama di klub asing.
Keengganan ini kontras dengan pemain dari negara lain. Brasil, misalnya, memiliki tradisi kuat mengirim pemain ke klub Eropa.

