Artikel Disusun Oleh:
Bela Amanda Sari (belaamandasari@student.uir.ac.id. )
Nurmalinda, S.Kar., M.Pd (nurmalinda@edu.uir.ac.id. )
Rokan Hulu, salah satu kabupaten di Provinsi Riau yang dikenal sebagai “Negeri Seribu Suluk”, menyimpan kekayaan budaya Melayu yang luar biasa. Dari seni tari, musik, sastra lisan, hingga adat istiadat yang masih lestari, budaya Melayu di Rokan Hulu menjadi identitas kuat yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.
Dalam beberapa tahun terakhir, apresiasi terhadap budaya Melayu Riau di Rokan Hulu semakin meningkat, baik oleh masyarakat lokal, pemerintah daerah, maupun kalangan akademisi dan seniman.
Upaya pelestarian budaya ini tidak hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga memperkuat jati diri masyarakat dalam menghadapi tantangan globalisasi.
Salah satu bentuk apresiasi nyata terlihat dalam pelaksanaan berbagai festival budaya seperti Festival Budaya Melayu Rokan Hulu, Pacu Jalur Mini, dan pertunjukan sastra lisan seperti Gurindam dan Pantun Berbalas yang rutin digelar di berbagai kecamatan.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana edukasi bagi generasi muda untuk mengenal dan mencintai budayanya sendiri.
Bupati Rokan Hulu, dalam beberapa kesempatan, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjadikan budaya Melayu sebagai kekuatan pembangunan karakter daerah.
“Budaya adalah ruh masyarakat. Jika kita tinggalkan budaya, kita kehilangan arah,” ujarnya dalam pembukaan Festival Melayu Rohul 2025.
Selain pemerintah, peran lembaga adat dan para tokoh budaya sangat penting dalam menghidupkan kembali nilai-nilai Melayu yang luhur. Banyak sekolah juga mulai mengintegrasikan muatan lokal budaya Melayu dalam kurikulum, termasuk pelajaran bahasa daerah, seni tari zapin, dan sejarah adat tempatan.
Namun, tantangan tetap ada. Masuknya budaya luar melalui media sosial dan perubahan gaya hidup generasi muda seringkali menggeser perhatian dari nilai-nilai lokal. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, lembaga pendidikan, dan media sangat dibutuhkan agar budaya Melayu di Rokan Hulu tetap hidup dan relevan dengan zaman.

