Pemerintah daerah juga semakin aktif mendorong revitalisasi budaya lokal. Dalam berbagai acara resmi, nuansa adat Melayu terlihat kental, baik dari segi pakaian, bahasa, maupun tata cara penyambutan tamu.
Tantangan dan Harapan
Meski memiliki posisi yang kuat, adat istiadat di Riau menghadapi tantangan besar, terutama dari generasi muda yang semakin terpapar budaya luar. Kurangnya minat terhadap sejarah dan warisan budaya lokal menjadi ancaman serius bagi kelestarian adat.
Namun demikian, upaya pelestarian terus digencarkan. Melalui integrasi budaya lokal dalam kurikulum sekolah, festival adat, hingga digitalisasi naskah-naskah kuno seperti Tunjuk Ajar Melayu, harapan untuk menjaga warisan leluhur tetap menyala.
“Budaya itu hidup kalau diwariskan. Dan mewariskannya bukan hanya lewat cerita, tapi juga lewat pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari,” tegas tokoh adat dari Kabupaten Siak, H. Marzuki Daud.
Penutup
Adat istiadat bukan sekadar masa lalu yang harus dikenang, tetapi bagian dari identitas yang harus terus dirawat. Di tengah dinamika zaman, masyarakat Riau ditantang untuk menjaga warisan leluhur sebagai kekuatan kultural dalam membangun masa depan yang berakar pada nilai-nilai kearifan lokal.
Adat dijunjung, budaya dilestarikan, demi Riau yang beradat dan bermartabat.

