GELUMPAI.ID — Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2025, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meminta agar agen dan pangkalan Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 Kg tetap beroperasi meskipun pada hari libur.
Hal ini dimaksudkan untuk memastikan ketersediaan LPG di pasar, menghindari kekosongan stok di lapangan yang dapat mengganggu kebutuhan masyarakat jelang Lebaran.
Bahlil menjelaskan bahwa ia telah memerintahkan PT Pertamina (Persero) untuk memastikan operasional agen dan pangkalan LPG selama masa libur.
“Sekarang saya memerintahkan bersama di Pertamina agar di setiap hari libur pun, karena kita libur H-1 minggu gitu sudah libur dan H+1 minggu. Jadi kita tidak mau ambil risiko, hari libur pun kita minta sebagian pangkalan dan agen harus mampu melayani masyarakat,” ujar Bahlil dalam keterangan persnya di TBBM Tanjung Gerem, Cilegon, Kamis (13/3/2025).
Langkah ini diambil untuk mencegah terjadinya kelangkaan LPG yang dapat memengaruhi masyarakat yang bergantung pada bahan bakar tersebut selama Lebaran.
Pasalnya, pemerintah sebelumnya telah melarang penjualan LPG 3 Kg melalui pengecer mulai 1 Februari 2025.
Kebijakan ini sempat memicu kontroversi di kalangan masyarakat, terutama rumah tangga kecil dan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang selama ini membeli LPG 3 Kg di tingkat pengecer.
Kebijakan larangan penjualan LPG 3 Kg melalui pengecer memang bertujuan untuk menertibkan distribusi gas bersubsidi agar lebih terkendali, baik dari sisi harga maupun sasaran penerima.
Namun, hal tersebut justru menimbulkan kelangkaan LPG di berbagai wilayah. Beberapa warga melaporkan kesulitan dalam mendapatkan LPG 3 Kg yang mereka butuhkan, terutama menjelang Ramadan.
Selain itu, kebijakan ini turut memicu reaksi keras dari masyarakat dan tokoh-tokoh tertentu, bahkan akun media sosial Kementerian ESDM menjadi sasaran kemarahan warganet.
Banyak yang mengkritik kebijakan yang dianggap terburu-buru dan kurang sosialisasi, terlebih karena waktu implementasinya berdekatan dengan bulan Ramadan, di mana permintaan LPG biasanya meningkat tajam.

