GELUMPAI.ID – Pemerintah terus berupaya melakukan transformasi pada tata kelola pemerintah lewat pembangunan pemerintahan berbasis digital dan pengembangan smart government untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini, mengungkapkan bahwa transformasi pemerintahan dengan dukungan digital dibangun dengan semangat keterpaduan dan responsif terhadap kebutuhan publik (citizen centric).
“Transformasi pemerintahan dengan dukungan digital bertujuan untuk menghadirkan pemerintah di tengah masyarakat kapan pun dan di mana pun. Di Indonesia, langkah serupa bisa diterapkan melalui prototipe awal portal layanan publik dalam satu platform terpadu yang berbasis pada kebutuhan masyarakat, bukan sekat birokrasi instansi pemerintah,” ujarnya.
Menteri Rini menjelaskan keterpaduan layanan digital tidak hanya tentang integrasi sistem, melainkan harus membawa dampak nyata bagi masyarakat. Transformasi pemerintahan dengan dukungan digital mengadopsi konsep ‘moments of life’ yang mencakup perjalanan hidup manusia dari lahir hingga tutup usia.
“Dengan pendekatan ini, kita berkomitmen untuk memastikan bahwa layanan digital pemerintah tidak hanya relevan, tetapi juga responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” ungkap Rini.
Menteri Rini juga menyampaikan pemerintah digital merupakan upaya pemerintah dalam memberikan pelayanan yang maksimal. Layanan digital pemerintah mencakup berbagai layanan yang terwujud melalui integrasi proses bisnis, terdiri dari layanan antar pemerintah dengan pemerintah, layanan pemerintah kepada pegawai, layanan pemerintah kepada masyarakat dan layanan pemerintah kepada institusi bisnis.
“Potensi jangka panjang dampak percepatan pemerintah digital diharapkan akan mampu mewujudkan birokrasi yang efisien dan efektif, mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia di Indonesia,” tuturnya.
Pada episode Digital Creative Leadership Forum 2025 terkait Keamanan Digital Indonesia, Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid menjabarkan lima hal yang menjadi komponen transformasi digital. Ia menuturkan pentingnya membangun infrastruktur digital yang inklusif, berkualitas, dan terjangkau; teknologi pemerintah digital yang citizen centric dan terpadu; serta ekosistem dan industri digital yang adaptif, inovatif, dan sinergis.

