Bisnis & Ekonomi News
Beranda » Bisnis & Ekonomi » Meski Pasar Dinamis, Indosat Tetap Cuan Dengan Pendapatan Tembus Rp24,6 Triliun

Meski Pasar Dinamis, Indosat Tetap Cuan Dengan Pendapatan Tembus Rp24,6 Triliun

GELUMPAI.ID – Di tengah kondisi pasar yang makin kompetitif dan dinamis, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) berhasil menjaga performa bisnisnya tetap stabil di semester pertama tahun 2025.

Bahkan, di kuartal kedua ini, perusahaan masih mencatatkan pertumbuhan positif dan mempertahankan profitabilitasnya.

Dalam laporan keuangan yang dirilis, IOH mencatat total pendapatan sebesar Rp24,6 triliun hingga akhir Juni 2025.

Sementara EBITDA tercatat sebesar Rp11 triliun, dengan margin EBITDA menyentuh angka 44,7 persen. Laba bersih perusahaan pun mencapai Rp1 triliun.

President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menegaskan bahwa pencapaian ini menunjukkan kekuatan fundamental perusahaan dalam mempertahankan momentum pertumbuhan.

“Ini menjadi bukti komitmen kami untuk terus menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan,” ujarnya dalam rilis resmi, Rabu, 30 Juli 2025.

Meski begitu, Vikram mengakui bahwa situasi pasar yang kian dinamis membutuhkan strategi yang adaptif.

Oleh karena itu, IOH akan tetap fokus pada perluasan jaringan, penguatan transformasi menjadi AI Native TechCo, dan peningkatan pengalaman pelanggan.

Di sisi operasional, IOH tercatat telah memiliki 100 juta pelanggan dengan ARPU (average revenue per user) sebesar Rp35.200.

Jaringan 4G perusahaan menjangkau 92,6 persen populasi, dengan lebih dari 224 ribu BTS aktif di seluruh Indonesia.

Tak hanya soal angka-angka, IOH juga aktif mendorong pemerataan teknologi digital di berbagai wilayah.

Salah satunya adalah peluncuran Indosat AI Center di Universitas Cenderawasih, Jayapura, yang menjadi langkah konkret dalam mendukung agenda transformasi digital nasional.

Langkah tersebut juga menjadi bagian dari komitmen IOH dalam mengembangkan ekosistem digital berbasis AI, serta membuka akses dan pelatihan bagi talenta lokal di Papua.

“Dengan kolaborasi, kita bisa wujudkan Indonesia Emas 2045,” tandas Vikram.

Di paruh pertama 2025 ini, IOH mencatat belanja modal (CAPEX) sebesar Rp4,8 triliun, yang sebagian besar dialokasikan untuk peningkatan kapasitas jaringan dan layanan berbasis AI di berbagai wilayah Indonesia.