GELUMPAI.ID – Kendati Manchester United melenggang mulus ke final Liga Europa dengan agregat telak 7-1 atas Athletic Club, pelatih kepala Setan Merah, Ruben Amorim, tak menampik bahwa jalannya pertandingan jauh lebih sulit dari yang terlihat di papan skor.
Usai kemenangan 3-0 di kandang Bilbao, United sempat dikejutkan gol pembuka Mikel Jauregizar di Old Trafford. Namun, kebangkitan di babak kedua melalui gol-gol Mason Mount, Casemiro, dan Rasmus Hojlund, serta gol penutup indah dari Mount, mengamankan tempat di final kontra Tottenham Hotspur.
“Ini adalah hal terkecil yang bisa kami berikan kepada para suporter atas dukungan luar biasa mereka di musim yang berat ini,” ujar Amorim.
“Saya sudah merasa tegang memikirkan final, karena jika kami tidak menang, semua ini tidak akan berarti apa-apa. Kami senang bisa sampai di sini, mari kita lihat nanti,” tambahnya.
Amorim mengakui bahwa timnya sempat kesulitan di babak pertama dan merasa khawatir sebelum akhirnya mampu membalikkan keadaan. Ia juga memberikan pujian kepada para pemain pengganti seperti Amad Diallo dan Kobbie Mainoo yang memberikan energi dan perubahan positif bagi tim. Secara khusus, Amorim menyatakan kegembiraannya atas penampilan Mason Mount yang dinilainya bekerja keras, berkualitas, dan pantas mendapatkan gol-gol tersebut.
“Skor [agregat] itu terlalu besar jika melihat jalannya pertandingan. Pertandingan-pertandingan itu tidak menggambarkan betapa sulitnya mereka. Kami sedikit beruntung di dua semifinal ini,” ungkap Amorim.
Ia mengakui bahwa Bilbao adalah tim yang berbahaya, bahkan tanpa kehadiran duo Williams bersaudara. “Kami sedikit kesulitan, terutama di babak pertama dan awal babak kedua. Jika melihat hasilnya, mungkin terlihat mudah, tapi tidak sampai gol pertama kami tercipta. Kami sempat sedikit cemas, tapi saya rasa kami pantas melaju ke final,” katanya.
Menatap laga final sesama tim Inggris melawan Tottenham, Amorim melihat adanya perbedaan signifikan dibandingkan laga-laga di Liga Primer. “Ini kompetisi yang berbeda dan lawannya juga berbeda. Fisik akan menjadi faktor penting, dan saya rasa kami lebih nyaman dengan tipe pertandingan seperti ini,” jelasnya.
Ia juga menyinggung bahwa United sempat menyimpan beberapa pemain di laga-laga terakhir Liga Primer demi menjaga kebugaran skuad untuk kompetisi Eropa.
Di akhir pernyataannya, Amorim menegaskan fokusnya saat ini adalah mempersiapkan tim sebaik mungkin untuk final dan menghindari cedera pemain. “Saat ini, saya hanya fokus pada pertandingan berikutnya, mencoba mengatur segalanya agar tidak ada pemain yang cedera untuk final. Tapi sekali lagi, kami harus menang. Jika tidak, semua ini tidak akan berarti apa-apa bagi kami, jadi mari kita lihat,” tandasnya.

