GELUMPAI.ID – Meta Platforms, induk perusahaan Facebook, akhirnya sepakat membayar AUD 50 juta (sekitar USD 31,85 juta) untuk menyelesaikan tuntutan dari otoritas privasi Australia terkait skandal Cambridge Analytica. Penyelesaian ini diumumkan pada Selasa (16/12/2024) dan sekaligus menutup babak panjang drama hukum yang mahal buat raksasa media sosial ini.
Kasus Dimulai dari Kebocoran Data
Tuntutan ini berawal dari laporan bahwa data pribadi pengguna Facebook disalahgunakan oleh aplikasi kuis “This Is Your Digital Life”. Dilansir dari Guardian di awal 2018, kebocoran data tersebut memungkinkan firma konsultan Cambridge Analytica menggunakan informasi itu untuk tujuan profiling pengguna, termasuk 311.127 warga Australia.
Skandal ini bikin Facebook kena denda di AS dan Inggris pada tahun 2019. Namun, Australia baru membawa kasus ini ke pengadilan di tahun 2020, yang akhirnya jadi pertarungan hukum panjang hingga bertahun-tahun.
Kemenangan Regulasi Privasi Australia
Pada Maret 2023, pengadilan tinggi Australia memutuskan untuk tidak mendengar banding Meta, yang dianggap sebagai kemenangan bagi pihak regulator privasi. Keputusan ini membuka jalan buat proses hukum berlanjut. Di bulan Juni 2023, pengadilan federal memerintahkan kedua pihak untuk mediasi.
Menurut Elizabeth Tydd, Kepala Komisioner Informasi Australia:
“Penyelesaian hari ini mencetak rekor pembayaran terbesar dalam sejarah Australia untuk isu privasi individu.”
Cambridge Analytica, firma konsultan asal Inggris, diketahui menyimpan data pribadi jutaan pengguna Facebook tanpa izin mereka. Data ini digunakan terutama untuk iklan politik, termasuk membantu kampanye Donald Trump di AS dan kampanye Brexit di Inggris.
Meta Akhirnya Menyerah (Tanpa Mengakui Salah)
Meskipun sepakat membayar denda, Meta menegaskan penyelesaian ini dilakukan tanpa pengakuan bersalah. Seorang juru bicara Meta mengatakan kepada Reuters bahwa penyelesaian ini menutup “bab lama” soal praktik mereka di masa lalu.
“Ini langkah untuk menyelesaikan masalah dan bergerak maju.”
Penyelesaian ini nggak cuma soal denda besar-besaran, tapi juga jadi pengingat keras tentang pentingnya privasi data pengguna. Untuk Meta, ini jadi penutup bab panjang soal Cambridge Analytica di Australia, meski dampak skandal ini masih terasa di seluruh dunia.

