News
Beranda » News » Militan Baloch Bajak Kereta Api, 21 Sandera Tewas dalam Operasi Militer

Militan Baloch Bajak Kereta Api, 21 Sandera Tewas dalam Operasi Militer

GELUMPAI.ID — Sebuah kelompok separatis Baloch Pakistan membajak kereta api yang mengangkut 440 penumpang di provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Selasa (11/3).

Pembajakan ini terjadi setelah milisi Baloch meledakkan rel kereta api di Peshawar dan melemparkan roket ke arah kereta Jaffar Express yang sedang melintas dari Quetta, ibu kota Balochistan.

Insiden ini menyebabkan perjalanan kereta api terhenti selama sehari penuh, mengganggu ratusan orang yang terjebak di dalamnya.

Milisi Baloch, yang terkenal dengan serangan-serangan serupa, kemudian mengklaim bertanggung jawab atas peristiwa tersebut dan menyatakan bahwa mereka telah menyandera 214 orang, mayoritas di antaranya adalah anggota keamanan.

Pada Rabu (12/3), militer Pakistan melancarkan operasi besar-besaran untuk membebaskan sandera yang terjebak dalam kereta tersebut.

Namun, upaya pembebasan ini berujung pada bentrokan sengit yang menewaskan 33 anggota milisi, 21 sandera, dan 4 anggota pasukan keamanan.

“Hari ini kami membebaskan sejumlah besar orang, termasuk perempuan dan anak-anak … Operasi terakhir dilakukan dengan sangat hati-hati,” kata juru bicara militer Pakistan, Ahmed Sharif Chaudhry.

Sebelumnya, kelompok militan Baloch mengancam akan mengeksekusi para sandera jika dalam waktu 48 jam pihak berwenang tidak membebaskan anggota Baloch yang mereka yakini masih ditahan di penjara. Mereka juga mengklaim telah menewaskan 50 penumpang dalam serangan tersebut.

Kelompok Baloch, yang dikenal sebagai Tentara Pembebasan Baloch, adalah kelompok separatis terbesar di Pakistan.

Dalam beberapa bulan terakhir, mereka semakin gencar melancarkan serangan terhadap militer Pakistan, sebagai bagian dari perjuangan mereka untuk menguasai sumber daya alam, khususnya tambang dan mineral, yang menurut mereka telah dieksploitasi oleh pemerintah pusat Pakistan.

Sumber: CNN Indonesia