GELUMPAI.ID — Militer Israel pada hari Minggu (20/4), merilis hasil tinjauan mereka terkait pembunuhan 15 pekerja kemanusiaan di Gaza bulan lalu.
Tinjauan tersebut menyatakan bahwa ada “beberapa kegagalan profesional, pelanggaran perintah, dan kegagalan untuk melaporkan insiden tersebut secara lengkap.”
Kelima belas pekerja darurat tersebut, termasuk paramedis dan responden lainnya, ditembak mati pada 23 Maret. Jenazah mereka kemudian ditemukan terkubur dalam kuburan massal seminggu setelahnya oleh pejabat dari PBB dan Palang Merah Palestina.
Militer Israel mengungkapkan bahwa kejadian tersebut melibatkan kesalahpahaman operasional, di mana pasukan yang terlibat percaya mereka menghadapi ancaman dari pasukan musuh.
Hal ini mengarah pada penembakan yang berujung pada kematian para pekerja kemanusiaan tersebut.
Sumber: Reuters

