GELUMPAI.ID – Setidaknya satu tentara tewas dan 18 lainnya terluka, beberapa di antaranya serius, setelah serangan Israel menargetkan sebuah pusat tentara di kota Al-Amiriya di jalan Al-Qalila-Tyre di Lebanon selatan, kata militer Lebanon pada hari Minggu.
Dikutip dari Reuters, serangan tersebut menyebabkan kerusakan parah pada fasilitas tersebut, sebagaimana disampaikan militer Lebanon dalam sebuah unggahan di X.
Militer Israel tidak segera memberikan komentar mengenai insiden tersebut.
Perdana Menteri sementara Lebanon, Najib Mikati, dalam sebuah pernyataan menyebut bahwa Israel telah mengirimkan “pesan langsung dan berdarah yang menolak segala upaya untuk mencapai gencatan senjata, untuk memperkuat keberadaan tentara Lebanon di selatan, dan untuk menerapkan resolusi PBB 1701.”
“Mereka yang melakukan agresi ini adalah masalah bagi komunitas internasional, yang terdiam atas apa yang terjadi di Lebanon,” tambah Mikati dalam pernyataannya.
Resolusi PBB 1701, yang disetujui pada 2006, mengakhiri perang satu bulan antara Israel dan Hisbullah dengan menetapkan gencatan senjata dan menciptakan zona penyangga antara Sungai Litani dan perbatasan Israel-Lebanon untuk mempromosikan stabilitas regional jangka panjang.