Bola & Sports
Beranda » Bola & Sports » Mohamed Kritik Format Liga MX, Toluca Bisa Kehilangan Ritme

Mohamed Kritik Format Liga MX, Toluca Bisa Kehilangan Ritme

GELUMPAI.ID — Meskipun berhasil menuntaskan Liga MX Clausura 2025 sebagai pemimpin dengan 37 poin, pelatih Toluca, Antonio Mohamed, mengkritik format kompetisi Liga MX.

Ia menilai waktu istirahat yang terlalu lama sebelum pertandingan perempat final bisa merugikan timnya, yang diprediksi kehilangan ritme permainan yang kuat setelah penampilan impresif di akhir musim.

Pelatih asal Argentina ini juga mengungkapkan ketidaksetujuannya dengan jumlah tim yang lolos ke babak playoff.

“Bagi saya, hanya tujuh tim yang seharusnya lolos. Tim peringkat pertama langsung ke semifinal, dan enam tim lainnya berlaga,” tegasnya dikutip dari Goal.

Ia menambahkan bahwa 10 atau 12 tim dalam playoff bukanlah solusi yang baik.

Mohamed juga menyoroti kesamaan antara Liga MX dengan liga di utara, MLS.

“Setiap hari kita semakin mirip dengan liga di utara [MLS]. Tidak ada degradasi, tidak ada apa-apa, semuanya terlalu mirip. Saya berbeda pendapat—seharusnya hanya enam tim yang lolos, atau delapan paling banyak, bukan 10,” katanya.

Kritikan ini semakin tajam karena waktu jeda antara pertandingan terakhir musim reguler dan perempat final bisa mencapai 15 hingga 18 hari, yang dianggapnya tidak serius.

Toluca telah membuktikan diri sebagai salah satu kandidat kuat juara Liga MX Clausura 2025, berkat serangan yang mematikan dan Paulinho yang meraih gelar pencetak gol terbanyak dengan 12 gol.

Mereka akan memiliki lebih dari dua minggu untuk mempersiapkan pertandingan perempat final, meskipun lawan mereka masih belum ditentukan.

Namun, jeda panjang ini menimbulkan kegelisahan bagi Mohamed, yang memahami bahwa performa reguler yang luar biasa tidak berarti apa-apa tanpa gelar di akhir musim.