GELUMPAI.ID — Juan Pablo Montoya menyebut Franco Colapinto kalah cepat dari Paul Aron dalam tes F1 Alpine. Hal ini memicu keraguan soal pilihan pembalap tim untuk 2025.
Colapinto akan debut bersama Alpine di Grand Prix Emilia Romagna. Balapan ini digelar akhir pekan ini.
Pembalap Argentina itu sebelumnya tidak mendapatkan kursi untuk musim ini. Ia hanya tampil sebagai cadangan setelah gagal mempertahankan posisi di Williams.
Colapinto sempat menarik perhatian saat menggantikan Logan Sargeant di Williams. Namun, Williams lebih memilih Carlos Sainz untuk 2025.
Alpine secara mengejutkan merekrut Colapinto sebagai pembalap tes dan cadangan. Langkah ini memicu spekulasi soal kembalinya ia ke grid.
Kontrak Colapinto hanya untuk lima balapan. Masa depannya di Alpine masih belum pasti.
Menurut laporan dari CRASH, Montoya menyebut Aron lebih cepat dalam tes. Pembalap Estonia itu bisa menggantikan Colapinto nantinya.
“Briatore pasti memikirkan duet utama untuk tahun depan,” kata Montoya kepada Sites de Apostas. “Jika Colapinto mengalahkan Gasly, apakah Gasly terancam?”
“Desas-desus menyebut Aron lebih cepat dari Colapinto di tes,” ujar Montoya. “Colapinto bagus, tapi banyak kesalahan meski kecepatannya mengesankan.”
Colapinto menghadapi tekanan besar di Alpine. Berbeda dengan di Williams, ekspektasi kini lebih tinggi.
Musim 2025 menjadi tahun sulit bagi Alpine. Mereka hanya mengumpulkan tujuh poin dalam enam balapan.
Alpine hanya unggul satu poin dari Sauber di klasemen konstruktor. Performa tim sangat mengecewakan.
Montoya menilai Alpine harus memberi Aron kesempatan lima balapan. Ini akan membantu Flavio Briatore menentukan pilihan pembalap.
“Alpine sudah berkomitmen pada Jack Doohan, tapi kini situasi berubah,” kata Montoya. “Saya akan beri Doohan, Colapinto, dan Aron masing-masing lima balapan.”
“2025 adalah tahun transisi untuk Alpine karena beralih ke mesin Mercedes,” tambahnya. “Perhatian mereka sudah ke 2026.”
Alpine diperkirakan menghentikan pengembangan mobil 2025. Fokus mereka kini pada persiapan musim depan.

