GELUMPAI.ID – Kemenangan Marc Marquez di Sprint Race GP Ceko 2025 nyaris saja tercoreng.
Bukan karena performanya jeblok, justru sebaliknya, karena aturan tekanan ban yang dinilai makin absurd.
Karun Chandhok, analis F1 sekaligus fans MotoGP, bahkan menyebut aturan ini “mustahil dijelaskan ke anak kecil.”
Di Brno, Francesco Bagnaia sempat mengamankan pole position perdananya musim ini.
Tapi baru beberapa tikungan, ia harus rela dilewati Marc Marquez yang langsung tancap gas.
Sayangnya, keduanya kemudian dihantui masalah serupa—tekanan ban depan naik dan bikin motor makin sulit dikendalikan.
Marquez sempat melambat setelah menerima peringatan dari dashboard soal tekanan ban.
Ia bahkan menyerahkan posisi puncak ke Pedro Acosta. Tapi begitu tekanannya kembali ke level aman, Marquez balik ngegas dan mengambil alih posisi terdepan sampai garis finis.
Sayangnya, aksi cerdik itu memicu investigasi. Andai terbukti melanggar aturan tekanan ban, Marquez bisa diganjar penalti 8 detik, yang akan membuatnya terlempar ke posisi ke-14 dan gagal dapat poin.
Untungnya, ia dinyatakan aman.
Karun Chandhok Tak Bisa Tahan Emosi
Pundit F1 Karun Chandhok, yang nonton bareng anaknya, langsung mengamuk di media sosial.
“Oh ayolah @MotoGP aturan tekanan ban ini harus dihapus! Saya nonton bareng anak umur 6 tahun, dan mustahil jelasin ke dia… Hal pertama yang harus dilakukan Liberty Media adalah buang aturan konyol ini yang bikin balapan jadi farsa,” tulis Chandhok di akun X miliknya.
Fans dan Legenda Kompak: Ini Lelucon!
Tak cuma fans yang muak. Carl Fogarty, legenda balap yang terkenal ceplas-ceplos, juga ikut pasang badan. Ia menyebut aturan tekanan ban ini sebagai “lelucon,” dan yakin fans sama sekali nggak peduli berapa tekanan ban yang dipakai para rider.
“Siapa yang peduli tekanan ban? Yang penting adu nyali dan skill di lintasan. Ini aturan benar-benar buang-buang waktu,” cetus Fogarty.
Sebagai informasi, aturan ini mulai diberlakukan ketat sejak 2023 demi alasan keselamatan.
Tapi para rider mengeluhkan dampaknya:,motor jadi susah dikendalikan, grip hilang, dan braking jadi berbahaya.

