GELUMPAI.ID — MotoGP memperketat aturan prosedur start setelah insiden di Grand Prix of the Americas 2025. Perubahan ini menargetkan pelanggaran yang mengganggu jadwal balapan.
Insiden dipicu Marc Marquez yang tiba-tiba masuk pit lane untuk ganti motor. Beberapa pebalap lain mengikuti, menyebabkan penundaan start demi keselamatan.
Aturan baru menetapkan penalti double long lap untuk pelanggaran prosedur start. Pebalap juga harus memulai lap pemanasan dari pit lane.
Pelanggaran termasuk tidak menuju grid setelah pit lane dibuka untuk sighting lap. Dorong motor ke pit lane setelah papan tiga menit ditampilkan juga masuk kategori ini.
Di kelas MotoGP, pebalap boleh masuk pit lane di akhir lap pemanasan jika balapan dinyatakan basah. Mereka bisa ganti ban atau motor tanpa penalti, tapi start dari pit lane.
Menurut laporan dari CRASH, aturan ini menegaskan larangan penggunaan perangkat start di pit lane. Elektronik launch control juga dilarang dalam situasi ini.
Pebalap yang mendorong motor ke pit lane dalam satu menit sebelum lap pemanasan juga kena penalti double long lap. Mereka hanya bisa start dari posisi grid asal jika keluar pit lane tepat waktu.
Jika tidak, mereka harus start dari pit lane. Aturan ini berlaku jika mereka tak sampai grid sebelum safety car.
Jika lebih dari 10 pebalap start dari pit lane, balapan akan dibatalkan. Prosedur start cepat akan diterapkan untuk memulai ulang.
Perubahan ini merupakan satu dari dua amandemen oleh Komisi Grand Prix. Mereka juga mengizinkan pebalap cedera untuk tes sebelum kembali balapan.
Aturan baru bertujuan mencegah kekacauan seperti di COTA. MotoGP ingin menjaga kelancaran dan keamanan balapan.
Penerapan aturan ini akan diawasi ketat. Pebalap diharapkan lebih disiplin mengikuti prosedur start.

