GELUMPAI.ID — MotoGP merevisi aturan tes bagi pebalap cedera. Pebalap yang absen minimal tiga acara kini boleh tes sebelum kembali balapan.
Acara yang dimaksud adalah akhir pekan balapan MotoGP atau tes resmi berdurasi lebih dari satu hari. Aturan ini mendukung pemulihan pebalap.
Pebalap yang absen lebih dari tiga acara beruntun boleh menjalani tes satu hari. Tes harus dilakukan di sirkuit yang sesuai status konsesi pabrikan.
Sirkuit tes tidak boleh menggelar balapan MotoGP dalam sisa musim. Tes juga tidak boleh kurang dari delapan minggu sebelum acara di sirkuit tersebut.
Ban untuk tes diambil dari jatah tim tes pabrikan. Maksimal tiga set ban tersedia untuk tes ini.
Menurut laporan dari CRASH, usulan perubahan aturan datang dari Aprilia Racing dan Jorge Martin. Mereka ingin pebalap cedera bisa beradaptasi kembali dengan motor MotoGP.
Tes pasca-balapan dianggap bagian dari akhir pekan balapan. Misalnya, tes Senin di Jerez termasuk dalam Grand Prix Spanyol.
Pebalap yang ikut tes pasca-balapan tidak boleh mengikuti tes satu hari tambahan. Ini karena tes tersebut dihitung sebagai acara MotoGP.
Jorge Martin mengusulkan aturan ini saat hadir di Grand Prix of the Americas. Ia ingin pebalap cedera bisa mencoba motor sebelum kembali balapan.
Martin hanya menjajal Aprilia RS-GP selama satu hari penuh di Barcelona. Cedera di Qatar membuatnya absen di beberapa balapan.
Martin menderita patah tulang rusuk dan pneumothorax di Qatar. Ia absen di Grand Prix Spanyol dan berpotensi memanfaatkan aturan baru ini.
Miguel Oliveira juga bisa memanfaatkan aturan ini. Ia absen di Grand Prix of the Americas, Qatar, dan Spanyol.
Aturan ini membantu pebalap cedera beradaptasi kembali. Aprilia berharap Martin bisa kembali kompetitif.
Perubahan aturan menunjukkan perhatian MotoGP pada kesejahteraan pebalap. Tes ini krusial untuk performa optimal.

