GELUMPAI.ID – Manchester United menunjukkan performa gemilang di babak pertama saat bertandang ke markas Athletic Bilbao, Stadion San Mames yang bergemuruh, Jumat (2/5) dini hari WIB. Keunggulan jumlah pemain setelah kartu merah yang diterima pemain tuan rumah turut membantu Setan Merah meraih kemenangan telak 3-0 pada leg pertama semifinal Liga Europa. Hasil ini menjadi modal berharga bagi United untuk melakoni leg kedua di Old Trafford pekan depan.
Tampil di hadapan puluhan ribu pendukung fanatik Bilbao, gawang United nyaris kebobolan dua kali di awal laga. Sundulan Inaki Williams dari posisi ideal masih melambung di atas mistar, sebelum Victor Lindelof sigap memblok tendangan Alex Berenguer tepat di garis gawang.
Namun, jalannya pertandingan berubah drastis pada menit ke-30. Harry Maguire menunjukkan kelihaiannya di sisi kanan lapangan sebelum mengirimkan umpan silang yang diteruskan sundulan Casemiro ke gawang yang kosong.
Keunggulan United bertambah tujuh menit berselang. Setelah meninjau video assistant referee (VAR), wasit memberikan hadiah penalti kepada tim tamu akibat pelanggaran Dani Vivian terhadap Rasmus Hojlund. Vivian pun langsung diganjar kartu merah. Bruno Fernandes dengan tenang mengeksekusi tendangan 12 pas, menaklukkan kiper Bilbao di tengah sorakan cemooh suporter tuan rumah.
Belum puas dengan dua gol, United kembali membobol gawang Bilbao jelang turun minum. Umpan tumit cerdik dari Manuel Ugarte berhasil diterima Fernandes yang kemudian dengan dingin menceploskan bola ke gawang untuk kali kedua.
Di babak kedua, anak asuh Ruben Amorim sebenarnya memiliki beberapa peluang untuk menambah keunggulan. Salah satunya melalui sundulan Casemiro dari sepak pojok yang hanya membentur tiang gawang.
Meski gagal menambah gol, keunggulan tiga gol sudah cukup memberikan keuntungan besar bagi Manchester United. Tugas berat menanti Athletic Bilbao untuk membalikkan keadaan saat bertandang ke Old Trafford pada Kamis mendatang.

Fernandes Kembali Jadi Inspirasi United
Kemenangan telak ini menjadi angin segar bagi Manchester United yang tengah berjuang mengakhiri musim yang mengecewakan di kompetisi domestik dengan sebuah trofi. Saat ini, mereka terpuruk di posisi ke-14 klasemen Liga Primer Inggris, terpaut 21 poin dari zona lima besar yang merupakan batas aman untuk lolos otomatis ke Liga Champions.
Namun, asa untuk tampil di kompetisi kasta tertinggi Eropa musim depan kini semakin besar melalui jalur Liga Europa. Kemenangan meyakinkan di Bilbao menempatkan satu kaki mereka di partai final.
Stadion San Mames sendiri akan menjadi tuan rumah partai puncak Liga Europa pada 21 Mei mendatang. Performa impresif United di kandang Bilbao tentu menjadi modal yang sangat menggembirakan jika mereka mampu mempertahankan keunggulan di leg kedua.
Tidak ada alasan untuk meragukan kemampuan United melaju ke final, terutama dengan penampilan gemilang pemain kunci seperti Bruno Fernandes. Pemain internasional Portugal ini sekali lagi menunjukkan peran vitalnya dalam mengangkat performa tim.
Gol penaltinya menjadi sangat krusial. Kegagalan mengeksekusi penalti bisa saja membangkitkan semangat juang para pemain Bilbao dan suporter fanatik mereka. Namun, Fernandes dengan dingin mengirimkan bola ke sudut gawang, membuat mental tuan rumah semakin terpuruk.
Gol keduanya sesaat sebelum jeda babak pertama menjadi pukulan telak bagi tim asal Basque tersebut, yang kini harus berjuang keras di leg kedua.
Liga Europa seolah menjadi panggung tersendiri bagi Fernandes. Tujuh gol yang telah ia cetak menjadikannya pemain United dengan gol terbanyak dalam satu edisi kompetisi ini. Secara keseluruhan, Fernandes kini telah mengoleksi 27 gol di Liga Europa, sejajar dengan Romelu Lukaku, dan hanya kalah dari Pierre-Emerick Aubameyang (34 gol) dan Radamel Falcao (30 gol) dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa di kompetisi ini.

