News
Beranda » News » Muhamad Dani Kurniawan: Permukiman Sehat adalah yang Inklusif dan Tidak Eksploitatif

Muhamad Dani Kurniawan: Permukiman Sehat adalah yang Inklusif dan Tidak Eksploitatif

GELUMPAI.ID – Kepedulian terhadap kondisi lingkungan di sekitarnya mendorong Muhamad Dani Kurniawan, pelajar MAN 4 Pandeglang, untuk ambil bagian dalam ajang Wira Permukiman Sehat Provinsi Banten 2025.

Remaja asal Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang ini ingin menjadi representasi dari wilayah yang masih menghadapi berbagai persoalan lingkungan.

Dani, yang lahir di Pandeglang pada 13 Desember 2008, dikenal aktif dalam berbagai organisasi lingkungan dan kepemudaan, baik di sekolah maupun di luar sekolah.

Di lingkungan sekolah, ia tergabung dalam Pramuka Al-Faarouq dan Karya Ilmiah Remaja.

Sementara di luar sekolah, Dani aktif di Saka Wanabakti Taman Nasional Ujung Kulon Pandeglang, Green Generation Indonesia, serta Gerakan Anti Kekerasan (GAK) Banten.

Keterlibatannya dalam isu lingkungan juga tercermin dari sejumlah capaian yang relevan.

Dani tercatat sebagai Kader Konservasi Taman Nasional Ujung Kulon periode 2024–2026, YouthClimActivist by EPYC ID 2025, serta Duta Generasi Hijau Banten 2025 oleh Green Generation Indonesia.

Ia juga menjadi satu-satunya putra delegasi Banten dalam Jambore Nasional Generasi Hijau 2025.

Selain itu, Dani dipercaya sebagai Fasilitator Pendidikan Lingkungan oleh RMI Bogor pada 2025.

Di bidang kepemimpinan pelajar, ia menjabat sebagai Ketua Parlemen Pelajar Banten 2025 di bawah naungan PW IPM Banten.

Menurut Dani, motivasinya mengikuti Wira Permukiman Sehat berangkat dari kondisi lingkungan tempat tinggalnya yang masih memprihatinkan, mulai dari persoalan sanitasi, pekarangan, hingga tata kelola lingkungan rumah yang belum berkelanjutan.

“Lingkungan saya masih memiliki banyak masalah. Karena itu saya ingin mengikuti kegiatan ini sebagai representasi dari wilayah yang membutuhkan perubahan nyata,” ujarnya.

Dani memandang lingkungan permukiman sehat sebagai ekosistem yang inklusif dan saling terhubung.

Menurutnya, lingkungan permukiman yang sehat tidak hanya dilihat dari satu aspek semata.

“Lingkungan yang sehat adalah lingkungan yang inklusif, tanpa kerusakan dan eksploitasi yang tidak alami. Hutan yang lestari, perairan yang bersih, serta sumber daya manusia yang peduli dan mau melestarikan lingkungan adalah satu kesatuan,” jelasnya.

Laman: 1 2