GELUMPAI.ID – Najla Durrotulhikmah, mahasiswi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) asal Kota Serang, menilai isu permukiman sehat perlu disuarakan secara konsisten agar tidak berhenti sebagai wacana semata.
Pandangan tersebut ia sampaikan saat mengikuti ajang Wira Permukiman Sehat Provinsi Banten 2025.
Perempuan kelahiran Cilegon, 9 Maret 2005 ini aktif dalam berbagai organisasi kemahasiswaan, di antaranya Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi, Untirta TV, serta Komunitas Fotografi FISIP.
Di bidang akademik, perempuan yang kini berdomisili di Kota Serang ini memiliki capaian yang relevan dengan dunia riset dan literasi.
Ia berhasil mempublikasikan artikel ilmiah pada jurnal terakreditasi SINTA 5, yang menjadi bukti konsistensinya dalam mengembangkan gagasan berbasis data dan analisis.
Dalam kesehariannya, Najla gemar menggambar, berenang, dan menulis.
Minat tersebut menjadi sarana ekspresi sekaligus penguatan kemampuannya dalam menyampaikan pesan kepada publik.
Menurut Najla, motivasinya mengikuti Wira Permukiman Sehat berangkat dari kepeduliannya terhadap persoalan yang ia jumpai sehari-hari, khususnya terkait pengelolaan sampah dan kondisi sungai yang belum tertangani dengan baik.
Ia menilai, persoalan permukiman tidak cukup hanya diamati, tetapi perlu disuarakan dan ditindaklanjuti secara kolektif.
“Melalui Wira Permukiman Sehat 2025, saya ingin mengambil peran sebagai pemuda yang peduli dan berani bergerak. Dengan latar belakang ilmu komunikasi, saya ingin menyampaikan isu permukiman sehat dengan cara yang lebih dekat dengan masyarakat,” ujarnya.
Najla memaknai permukiman sehat sebagai ruang hidup yang layak dihuni dan dirasakan manfaatnya oleh semua orang.
“Permukiman sehat bukan hanya terlihat bersih, tetapi juga memiliki pengelolaan sampah yang baik, sanitasi yang layak, serta ruang hidup yang aman. Ketika masyarakat tidak bersikap acuh dan pemerintah hadir memberi perhatian nyata, permukiman sehat bisa diwujudkan,” jelasnya.
Melalui partisipasinya dalam Wira Permukiman Sehat Provinsi Banten 2025, Najla berharap dapat mendorong perubahan yang dimulai dari lingkungan terdekat melalui komunikasi yang efektif dan berkelanjutan.

