GELUMPAI.ID — Santiago Gimenez, striker timnas Meksiko, tiba-tiba kehilangan tempat di starting XI AC Milan. Padahal, pemain 23 tahun itu sempat mencetak 3 gol dalam 5 laga pertamanya.
Dilansir dari GOAL, penurunan performa Gimenez berbarengan dengan cedera dan persaingan ketat di lini depan. Pelatih Sergio Conceicao bersikeras tidak ada hierarki striker di timnya.
“Tidak ada striker pertama, kedua, atau ketiga,” tegas Conceicao. “Saya hanya memainkan pemain yang kondisi fisiknya terbaik.”
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari GOAL, Gimenez terakhir kali mencetak gol di Serie A pada 15 Februari lalu. Saat ini, ia hanya mengoleksi 2 gol liga sepanjang musim.
Conceicao juga membantah isu tentang masa depannya di Milan.
“Sejak saya datang, orang sudah membicarakan pengganti saya. Ini tidak membantu stabilitas tim,” keluhnya.
Statistik menunjukkan, Tijjani Reijnders menjadi topskor Milan dengan 10 gol. Gimenez bahkan kalah dari Christian Pulisic (9 gol) dan Tammy Abraham dalam perburuan tempat di lini depan.
Situasi ini menjadi tantangan berat bagi Gimenez. Striker muda itu harus segera bangkit jika ingin kembali menjadi pilihan utama Conceicao.

